Berita

Agus Hermanto/RMOL

Politik

Demokrat: Biar Masyarakat Yang Nilai Kritik Amien Dan Ancaman Luhut

RABU, 21 MARET 2018 | 11:29 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

. Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan, kritik tokoh bangsa Amien Rais dan ancaman Menko Kemaritiman Luhut B. Panjaitan agar diserahkan ke masyarakat saja.

"Ini kan auto critics antar tokoh, untuk kebenarannya biarlah yang menguji masyarakat," ujar Agus Hermanto di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/3).

Pimpinan Parlemen ini juga menambahkan bahwa kasus tersebut baru bisa dibawa ke ranah hukum maupun etika setelah fakta ketidakwajaran atas ujaran keduanya terbukti.


"Kalau memang sudah berkaitan dengan masalah hukum tentunya itu menjadi urusan aparat penegak hukum, begitupun dengan etika bila terbukti melanggar akan diurus lembaga etika terkait," ujar Agus Hermanto.

Namun, Wakil Ketua Dewan Pembina Parta Demokrat ini mengimbau, untuk tidak terlalu jauh mencampuri masalah kedua tokoh tersebut.

"Kita tentunya tidak harus mencampuri terlalu banyak, karena ini menyangkut dua tokoh yang mempunyai pendapat (berbeda) seperti itu," tutur Agus Hermanto.

Menko Kemaritiman Luhut B. Panjaitan sebelumnya menepis tudiangan tokoh bangsa Amien Rais yang mengkritisi Presiden Joko Widodo mengenai program pembagian sertifikat tanah. Luhut marah besar atas pernyataan yang dilontarkan Amien yang menyebut pembagian sertifikat oleh Jokowi adalah ngibul atau bohong.

Luhut juga tidak terima tudingan Amien bahwa pemerintah membangkitkan kembali PKI, termasuk pemerintah berniat menjual aset negara ke swasta dan asing.

Atas tudingan-tudiangan tersebut, Luhut memperingatkan politisi senior PAN itu agar lebih berhati-hati dalam bertutur kata. Bahkan, Luhut juga sempat melontarkan kalimat ancaman kepada Amien.

"Jangan asal kritik saja, nanti kamu jadi pejabat saya tahu kok track record kamu. Saya bisa cari dosamu, emang kamu siapa?" ujar Luhut. [rus]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

UPDATE

Wisatawan Banjiri Kepulauan Seribu saat Libur Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Meruya, 75 Petugas Pemadam Diterjunkan

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:00

10 Desa di NTT Terdampak Banjir

Senin, 23 Maret 2026 | 23:27

KPK Bawa Yaqut Cholil Qoumas ke RS Polri

Senin, 23 Maret 2026 | 23:05

Pengunjung Diimbau Tak Buang Sampah Sembarangan di Taman Bendera Pusaka

Senin, 23 Maret 2026 | 23:01

Yaqut Cholil Kembali ke Rutan KPK

Senin, 23 Maret 2026 | 22:48

Kim Jong Un Terpilih Lagi jadi Presiden Korut

Senin, 23 Maret 2026 | 21:45

Benang Kusut Pengelolaan Keuangan, Kepala BKAD Purwakarta Diminta Mundur

Senin, 23 Maret 2026 | 21:17

Arus Balik H+2 Lebaran Mulai Terlihat di Terminal Rajabasa

Senin, 23 Maret 2026 | 20:24

Pimpinan MPR Sambut Baik Langkah Presiden Prabowo Percepat Transisi Energi

Senin, 23 Maret 2026 | 19:55

Selengkapnya