Berita

Politik

Korsa: Pembagian Sertifikasi Tanah Jokowi Penipuan Publik

SELASA, 20 MARET 2018 | 20:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Program pembagian sertifikat tanah yang dilakukan pemerintah merupakan bentuk pembohongan publik. Sebab pembagian sertifikat yang dilakukan saat ini sudah ada sejak zaman orde baru dengan nama PRONA (Program Nasional Agraria).

Program ini bukan Program Land Reform atau Reformasi Agraria sebagaimana didengungkan Presiden Joko Widodo sebagai bagian dari Nawacita. Dalam Program Land Reform, seharusnya pemerintah membagikan tanah kepada rakyat seluas 9 hektare perorang dan mengembalikan tanah rakyat. Tapi nyatanya, sertifikasi massal yang saat ini dilakukan hanya menyasar tanah rakyat yang tidak bermasalah.

Begitu kata Kordinator Komunitas Relawan Sadar (Korsa) Amirullah Hidayat dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Selasa (20/3).


"Seharusnya Jokowi selaku presiden memberi pelajaran politik yang baik bagi negeri ini, yaitu bagaimana cara memimpin yang benar dalam menjalankan janji-janji kampanye, bukan melakukan pembohongan publik," ujar Amirullah.  

Kata dia, sejak Jokowi berkuasa hingga hampir habis masa amanahnya, belum ada satupun permasalahan tanah rakyat yang bersengketa dengan pengusaha dan penguasa yang diselesaikan.

"Padahal gara-gara janji kembalikan tanah rakyat, Jokowi bisa terpilih di Pilpres 2014," jelas Amir yang menyebut bahwa Korsa merupakan bagian dari relawan pendukung Jokowi pada Pilpres 2014.

Korsa keluar dari barisan pendukung Jokowi karena merasa janji Jokowi sebatas lips service. Bahkan Korsa siap menjadi garda terdepan dalam mengalahkan Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya