Berita

Politik

Terlalu Sibuk Genjot Infrastruktur, Pendidikan Ditelantarkan?

SENIN, 19 MARET 2018 | 15:20 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

. Lulusan perguruan tinggi seharusnya menjadi motor penggerak bangsa dan bukan lagi menjadi beban negara.

Harapan itu diutarakan Sekretaris Jenderal Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Dr. Dwia Tina Aries Pulubuhu MA, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (19/3).

"Sasaran perguruan tinggi itu adalah menghasilkan lulusan yang bisa menjadi pengusaha, bukan lagi menjadi beban tetapi bisa menjadi motorik penggerak Indonesia," ujar Dwia Tina Aries


Karena sudah banyak alumni PTN yang menjadi beban negara, pihaknya akan mengevaluasi penguatan pendidikan pasca sarjana dalam negeri, khususnya di bidang ilmu sains, teknologi, teknik dan matematika sebagai salah satu solusi.

"Kami berharap lulusan ini dapat memperkuat inovasi produk lewat ilmu-ilmu pokok tersebut sehingga negara ini mampu bersaing dan diakui secara global," tutur Dwia.

Dalam rapat itu, Dwia juga mengungkapkan banyak PTN yang kekurangan gedung karena pembangunannya mangkrak. Kekurangan infrastruktur pendidikan itu mengganggu kinerja MRPTNI.

Dia mengimbau pemerintah untuk lebih memperhatikan dunia pendidikan tidak sebatas pembangunan fisiknya tapi juga pada esensi dari pendidikan sendiri.

"Pemerintah juga perlu memberikan dukungan dana supaya mahasiswa di dalam negeri bisa ke luar negeri dan anak-anak cerdas bisa mempunyai kesempatan kuliah di luar negeri," ujar Dwia.

Ia menyinggung kebijakan pemerintah yang gencar membangun infrastruktur fisik namun terkesan melupakan sektor pendidikan nasional.

"Jika pemerintah membangun infrastruktur besar-besaran, apakah tidak dipertimbangkan juga pembangunan dalam bidang pendidikan?" sindir Dwia. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya