Berita

Leroy Osman /Net

Hukum

KORUPSI GARUDA

Aktor Leroy Osman Bantah Berbisnis Dengan Emirsyah Satar

JUMAT, 16 MARET 2018 | 17:23 WIB | LAPORAN:

Aktor Leroy Osmani mengatakan tidak mengetahui perkara korupsi yang melibatkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

Leroy membenarkan dirinya dan Emirsyah aktif di komunitas sepeda Apache Bikers Community (ABC). Namun ia mengaku tidak memiliki hubungan bisnis dengan Emirsyah.

"Saya sebagai ketua (ABC), Pak Emrisyah Satar sebagai anggota pembina. Maka itu urusan yang lain (bisnis) nggak ada," ujar dia usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (16/3).


Hal itu disampaikan Leroy usai diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK. Leroy diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Emirsyah Satar.Leroy mengatakan dirinya dimintai dipanggil komisi anti rasuah untuk melengkapi berkas Emirsyah.

Leroy menjelaskan Emirsyah masuk klub ABC dari tahun 2009.

Leroy merasa terhormat dapat menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh KPK. Baginya, pemeriksaan yang dijalaninya pada hari ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa yang jarang didapatkan orang lain terutama seniman seperti dirinya.

Leroy menegaskan dirinya ditanya penyidik KPK hanya seputar hubungan Emirsyah dengan klub sepeda saja.

"Yang ditanya cuma itu aja, yang hubungannya dengan sepeda," tukasnya.

Emirsyah Satar ditetapkan tersangka oleh KPK atas dugaan menerima suap dalam bentuk transfer uang dan aset yang nilainya diduga lebih dari 4 juta dolar AS atau setara dengan Rp 52 miliar dari perusahaan asal Inggris yakni Rolls-Royce.

Diduga Rolls-Royce memberikan uang dan aset kepada Emirsyah agar perusahaan tersebut dapat menjadi penyedia mesin maskapai nomor satu di Indonesia tersebut.[dem]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya