Berita

Foto: Net

Politik

Calon Alternatif Bisa Muncul Jika Partai Tidak Egois

KAMIS, 15 MARET 2018 | 06:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Wacana pembentukan poros baru Pilpres 2019 dengan menggabungkan kekuatan Demokrat, PKB, dan PAN sangat mungkin terjadi.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai bahwa poros di luar Presiden Jokowi dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto ini bisa terwujud jika partai-partai di dalamnya tidak egois.

Artinya, Demokrat tidak egois memaksakan pencalonan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan PKB juga tidak memaksakan pencalonan Ketua Umum Muhaimin Iskandar. Begitu juga PAN, tidak harus menjadikan Ketua Umum Zulkifli Hasan sebagai calon.


"Bisa terbentuk dengan membuka peluang mencalonkan tokoh eksternal sebagai capres poros ke-3. Contoh: Gatot-TGB, Gatot-AHY atau Sultan-AHY," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu, Kamis (15/3).

Khusus kepada Demokrat, Pangi menilai bahwa partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini harus segera merapat ke Jokowi jika pembentukan poros ketiga gagal. Menurutnya, Demorat yang saat ini berposisi sebagai penyeimbang, tidak bisa lagi mengambil keputusan untuk netral di pilpres seperti 2014 lalu. Sebab itu akan merugikan bagi elektabilitas partai.

"Jika posisi netral diambil PD itu adalah kebodohan," tukas pengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Sementara PAN dan PKB, jika poros ketiga gagal terbentuk, maka besar kemungkinan akan merapatkan barisan sebagai pendukng Jokowi seperti saat ini. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya