Berita

Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan (kiri), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (tengah),dan Komisaris Utama Bank BJB Klemi Subiantoro (kanan) saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Bank BJB Tahun 2018 di hotel Aryaduta Bandung. Foto:Net

Bank BJB

Gubernur Aher: Bank BJB jadi Penggerak Ekonomi Jabar

RABU, 14 MARET 2018 | 18:39 WIB | LAPORAN:

. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) sebagai pemegang saham pengendali menyatakan bahwa Bank BJB mempunyai peran vital dalam menggerakkan ekonomi Jawa Barat.

"Bank BJB harus menjadi penggerak ekonomi di Jabar, tidak hanya bertugas menyalurkan dan menghimpun dana masyarakat tetapi juga mengawal pelaku usaha agar berjalan dan berkembang," ujar Aher pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BJB tahun buku 2017 di Ballroom Hotel Aryaduta Bandung pada Rabu (28/2/2018).

Gubernur yang akrab disapa Aher ini mengungkapkan bahwa Bank BJB memiliki peran besar terkait pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Jawa Barat, terutama pada sektor usaha mikro kecil dan menengah  (UMKM).


"Selain denyut ekonomi naik, lapangan kerja juga akan terbuka karena sebagian besar berasal dari bisnis kecil. Bank BJB ikut terjun melakukan pembinaan. Tidak hanya meminjamkan (modal usaha) tapi dipantau, dilatih dan terlibat mengembangkan usaha dengan baik," katanya.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong pembiayaan bisnis kecil dan menengah agar pertumbuhannya seimbang dengan usaha berskala besar.

"Karena kalau dunia usaha berkembang maka semakin banyak dampak positifnya," katanya.



Bank BJB berkomitmen melakukan berbagai ekspansi bisnis, antara lain dalam hal penyaluran kredit, termasuk untuk sektor UMKM pada tahun 2018.

Per akhir 2017, realisasi penyaluran kredit UMKM Bank BJB berkontribusi sebesar 17% terhadap total pinjaman. Regulator sebenarnya hanya mematok porsi penyaluran kredit UMKM sebesar 15% terhadap total pinjaman pada tahun 2017.

Secara pertumbuhan, penyaluran kredit UMKM Bank BJB mengalami kenaikan signifikan, yakni mencapai 33% sepanjang tahun lalu.

“Kami akan terus fokus pada kredit mikro di Jawa Barat dan Banten, karena potensinya sangat besar. Pelaku usaha mikro dan kecil juga merupakan sektor riil yang tahan dari krisis," ujar Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan.

Irfan mengatakan banknya menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit mikro sebesar 29% pada tahun ini. “Hal ini menunjukan keberpihakan Bank BJB pada kegiatan UMKM," katanya.

Untuk mendukung rencana bisnis itu, Bank BJB telah melakukan sejumlah terobosan, antara lain  melalui program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu atau PESAT.

Melalui program PESAT, Bank BJB melakukan berbagai pembinaan dan pengembangan, antara lain dengan memberikan wawasan bisnis dan pelatihan administrasi bagi pelaku UMKM.

Tujuannya, agar pelaku UMKM binaan bisa naik kelas, sehingga semakin mendapatkan kepercayaan dari perbankan ketika mengakses permodalan.

Program lainnya, yakni pembinaan bagi pedagang kaki lima agar menjadi lebih kompetitif dan pada akhirnya bisa mengembangkan usahanya.

“Pedagang kaki lima binaan harapannya bisa naik kelas sehingga masuk dalam program PESAT,” katanya.

Irfan mengatakan upaya pengembangan UMKM itu sejalan dengan program Pemprov Jabar dalam upaya penciptaan 100.000 Wirausaha Baru (WUB).[***]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya