Berita

Foto/Net

Politik

Dewan Minta Pemerintah Cabut Moratorium CPNS, Ini Alasannya

SELASA, 13 MARET 2018 | 20:14 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Anggota Komisi X DPR RI, Dedi Wahidi meminta kebijakan penarikan Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diperbantukan di sekolah swasta bisa dihentikan.

Menurutnya, saat di era penjajahan guru sengaja dikirim ke sekolah swasta diberikan kepada sekolah swasta. Namun seiring waktu guru tersebut ditarik ke sekolah negeri.

"Harusnya sekolah swasta dibantu oleh guru DPK sesuai dengan jumlah siswa yang membutuhkan dan tetap memperhatikan akreditas sekolah," ujar Dedi Wahidi saat Rapat Dengar Pendapat di Ruang Rapat Komisi X, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/3).


Politisi Fraksi PKB ini juga meminta pemerintah mencabut monatorium pengangkatan CPNS dengan membuka penerimaan guru dengan kuota yang lebih besar lagi. Sebab pertumbuhan jumlah sekolah dan siswa yang ada, tidak sebanding atau tidak disertai dengan pemenuhan jumlah guru PNS.

"Di daerah Dapil saya, pengangkatan guru sangat sedikit sehingga banyak guru-guru swasta yang dicabut ke sekolah negeri," terang Dedi.

Dalam catatan Ditjen Dikdasmen Kemendikbud total jumlah guru adalah 3.017.290 yang terdiri dari guru sekolah negeri sejumlah 2.114.765 guru dan sekolah swasta sebanyak 902.531 guru.

Guru Sekolah Negeri terdiri dari 1.378.940 guru PNS dan 735.825 guru non PNS, sedangkan guru yang ada di sekolah swasta terdiri dari 104.325 PNS dan 798.206 non PNS. Hal ini membuat rasio guru PNS di sekolah negeri sebenarnya jauh lebih tinggi.

Rapat Dengar Pendapat diikuti Panja Standar Nasional Pendidikan Dasar Menengah (SN Dikdasmen) Komisi X DPR RI dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan (Dikdasmen Kemendikbud), Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

Kemudian Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Otda Kemendagri) dan Sekretariat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). [nes]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Di Hadapan Eks Menlu, Prabowo Nyatakan Siap Keluar Board of Peace Jika Tak Sesuai Cita-cita RI

Rabu, 04 Februari 2026 | 22:09

Google Doodle Hari Ini Bikin Kepo! 5 Fakta Seru 'Curling', Olahraga Catur Es yang Gak Ada di Indonesia

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:59

Hassan Wirajuda: Kehadiran RI dan Negara Muslim di Board of Peace Penting sebagai Penyeimbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:41

Ini Daftar Lengkap Direksi dan Komisaris Subholding Downstream, Unit Usaha Pertamina di Sektor Hilir

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:38

Kampus Berperan Mempercepat Pemulihan Aceh

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:33

5 Film yang Akan Tayang Selama Bulan Ramadan 2026, Cocok untuk Ngabuburit

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:21

Mendag Budi Ternyata Belum Baca Perintah Prabowo Soal MLM

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:54

Ngobrol Tiga Jam di Istana, Ini yang Dibahas Prabowo dan Sejumlah Eks Menlu

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:52

Daftar Lokasi Terlarang Pemasangan Atribut Parpol di Jakarta

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:34

Barbuk OTT Bea Cukai: Emas 3 Kg dan Uang Miliaran Rupiah

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:22

Selengkapnya