Berita

Foto: Net

Politik

Lempar Sekop Tanda Jokowi Terkunci Di Istana Sendiri

SENIN, 12 MARET 2018 | 10:09 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Video Presiden Joko Widodo melempar sekop yang viral di jejaring sosial bisa dimaknai beragam.

Pengamat geopolitik dari Global Future Institute, Hendrajit bahkan menafsirkan bahwa Jokowi tengah merasa hidup di dalam sangkar Istana dan terkunci di rumah sendiri. Lemparan itu merupakan pertanda Jokowi ingin hidup bebas.

"Caranya buang sekop menggambarkan bawah sadarnya ingin bebas dari sesuatu tapi nggak bisa. Dan nggak tahu apa. Karena adanya di dalam diri dan lingkungan terdekatnya," ujarnya, Senin (12/3).


Lebih lanjut, Hendrajit menguraikan bahwa semenjak Kantor Staf Kepresiden dikepalai mantan Panglima TNI (purn) Moeldoko, hubungan Jokowi dan para relawan mulai terputus. Padalah, saat KSP dipimpin oleh Luhut Binsar Panjaitan dan Teten Masduki, para relawan seperti menjelma menjadi ring satu Jokowi.

"Jokowi pun alhasil terputus keterhubungannya, baik dengan ring satu sedulur maupun jaringan relawan yang dikoordinir melalui KSP pada era Luhut maupun Teten," ujarnya.

Jokowi saat ini seperti terkunci di rumah sendiri. Dia tidak bisa keluar rumah dan tidak bisa mengundang orang masuk ke dalam.

Jika berkaca pada dinamika hasil rakernas Partai Demokrat dan manuver Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, maka bisa dilihat bahwa kehadiran Moeldoko di KSP hanya membukakan pintu keluar masuk bagi SBY ke rumah Jokowi.

"Meski Jokowi tetap nggak bisa keluar. Apalagi ngundang orang yang dia suka ke rumahnya. Lepas kita suka atau tidak. Itulah kenyataannya," tukasnya.

Video Jokowi saat panen jagung di Tuban, Jawa Timur, Jumat (9/3) kemarin menjadi viral. Saat itu, Jokowi sedang menanam pohon jati dan menguruk pohon tersebut dengan sekop. Usai menuangkan tanah ke akar pohon jati, Jokowi langsung melempar sekop yang digenggamnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya