Berita

Yusril Ihza Mahendra/Net

Politik

Yusril Ajak Umat Islam Aktif Di Dunia Politik

SABTU, 10 MARET 2018 | 00:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Umat Islam harus berpastisipasi aktif dalam politik dan mengisi berbagai jabatan politik strategis. Sebab hanya dengan begitu, kebijakan negara bisa sejalan dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dan nilai-nilai kebangsaan, demi kemaslahatan dan kemajuan bangsa.

Begitu seruan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra saat berceramah di Gedung Pertemuan Masjid Akbar Kota Sorong, Papua Barat, Jumat malam (9/3). Acara yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sorong itu dihadiri sekitar 500 tokoh ormas Islam, sesepuh, dan aktivis Islam.

Sementara mengenai kemajemukan bangsa dan Islam, Yusril menyebut bahwa kemajemukan Indonesia adalah suatu keniscayaan yang harus diterima. Sedangkan Islam, menurutnya telah memberikan bimbingan bagaimana hidup dalam kemajemukan.


"Umat Islam sepanjang sejarahnya telah terbiasa hidup berdampingan secara damai atas dasar menghormati dan saling menghargai dalam kebersamaan," ujar Yusril.

Menurutnya, hal yang sangat penting dalam kemajemukan itu adalah tegaknya tiga prinsip utama yaitu keadilan, keseimbangan dan proporsionalitas dalam semua aspek kehidupan.

Ketiga prinsip ini mutlak harus ada dalam setiap pengambilan kebijakan di bidang sosial maupun ekonomi, sehingga bangsa ini tetap utuh dan bersatu selamanya, tanpa khawatir terjadi disintegrasi.

Ketiga prinsip ini, sambung Yusril, bisa ditegakkan jika umat Islam terlibat langsung ke dalam politik dan bukan sekadar jadi penonton. Sebab, tambahnya, UUD tidak memberikan keistimewaan atau pengaturan khusus mengenai umat Islam, sebagaimana di Malaysia yang mengakui dan menjamin keistimewaan orang Melayu yang otomatis beragama Islam dan pernyataan dalam konstitusinya bahwa Islam adalah agama resmi negara.

"Karena tidak ada keistimewaan apapun kepada Islam dan umat Islam, meskipun agama ini dianut secara mayoritas mutlak, maka tidak ada jalan lain bagi umat Islam, kecuali mampu berkompetisi dan mengatur strategi secara tepat, untuk membangun kebijakan dan melakukan kontrol terhadapnya agar Islam dan umat Islam menjadi tuan di negerinya sendiri," urainya.

Tanpa mampu berkompetisi dan memegang kekuasaan politik secara adil, proporsional dan seimbang, maka Islam dan umat Islam di negeri ini akan tersingkir, bahkan mungkin sekali akan tertindas.

Atas alasan itu, Yusril yang kini memegang kendali Partai Bulan Bintang (PBB) memanggil umat Islam untuk perduli kepada politik.

"Jangan ada lagi umat Islam yang acuh tak acuh kepada politik, atau juga tergadai akidah politiknya karena rayuan materi, yang akhirnya membuat umat Islam yang mayoritas menjadi terpinggirkan oleh kekuasaan yang jauh dari sikap respek kepada Islam dan umatnya," tutupnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya