Berita

Arjab Aji Mattotorang dan Harmil Mattotorang/Net

Hukum

Gajah Di Pelupuk Mata Tak Terlihat, Tapi Semut Di Ujung Lautan Kelihatan

Bapaknya Kepala BNK, Anaknya Pecandu Narkoba
JUMAT, 09 MARET 2018 | 10:55 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pengguna narkoba di Indonesia memang tidak mandang status dan jabatan sosial. Di Kabupaten Maros, anak Kepala Badan Narkotika Kabupaten terciduk saat mengkonsumsi narkoba. Miris, bapaknya berantas narkoba, tapi anaknya malah terlibat barang haram tersebut.

 Peristiwa ini menimpa Arjab Aji Mattotorang, anak dari Wakil Bupati Maros Harmil Mattotorang. Ketua Badan Narkotika Kabupaten ini harus menelan pil pahit, ketika mengetahu anaknya terciduk petu­gas kepolisian saat sedang meng­konsumsi narkoba jenis sabu pada Selasa (6/3) dini hari.

PNS yang merupakan putra bung­su Harmil ini ditangkap bersama tiga rekannya, Yusri (36) seorang PNS, Haeril (25) wiraswasta, dan Haerul (31) pegawai Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Bahkan menurut pengakuannya, dirinya sudah memakai narkoba selama 5 tahun.


"Anak wakil bupati Maros ditangkap bersama tiga rekannya oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel. Dari penangkapan itu, polisi menyita 1 sachet berisi sabu dan 1 buah alat isap sabu (bong), serta sebuah handpone," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani.

Anak kepala BNK yang akrab disapa Ajib tersebut merupakan Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di bagian keuangan di Pemda Maros. Putra bungsu dari Kepala BNK tersebut positif telah mengkonsumsi sabu.

Berita ini pun membuat kaget warga dunia maya. "Bapaknya brantas narkoba eh anak sendiri malah make," cuit akun @teguh­sentosa10.

"Duh jelekin nama baik bapak mu nak nak....aduh...kau ini...ber­taubatlah kau nak," tulis akun @ ikhlas_sada.

"Tobat.. tobat Bapaknya Kepala Anaknya Pemakai. Piye to pak pak anakmu koq iso nyabu tapi sam­pean sampe nggak ngerti," sesaal akun @trapi_syaraf.

"Gajah dipelupuk mata tidak kelihatan tp semut diujung malah kelihatan," sahut akun @kakilang­it20. "Negeri ini sedang mengalami krisis moral kepemimpinan," cuit akun @mohsaefuddinms.

Kepala BNK Maros, Harmil Mattotorang, kaget bukan main bahwa anaknya tertangkap pesta sabu. Kepala BNK yang akrab disapa Harmil tersebut mengaku pasrah dan menyerahkan sepenuh­nya kepada pihak yang berwajib serta mengikuti aturan hukum yang berlaku.

"Kami serahkan kepada polisi, apakah bisa direhab atau tidak. Polisi jauh lebih tahu apakah dia butuh rehab atau tidak. Kami akan mengikuti aturan hukum yang ada," ujar Harmil.

Walaupun kaget dan hanya bisa pasrah dengan penangkapan yang dilakukan kepolisian, masyarakat di media sosial berharap kepolisian tidak tebang pilih dalam menetap­kan hukuman yang akan diberikan kepada anak Kepala BNK.

"Semua Sama Tanpa ada Hijab , Hukum harus Tetap Berjalan Tanpa Pandang Bulu..., Tajam Kebawah Tumpul Keatas, Harus Adil...!!!" minta akun @suhartana.

"Yang Begini Harus Jadi perhatian penindakan yang Tegas/Hukuman yang berat... Jangan Seperti yang sudah-sudah.. hanya REHAB," tulis akun @YusufAqsaputra.

"Jempol lah pak anak sendiri degelandang biarpun pejabat , tapi hukuman harus setimpal lah," puji akun @JhonieeSheeip.

"Korupsi, Kolusi, Nepotisme, Wanita dan Narkoba, selalu ada di lingkungan pejabat," cuit akun @ dino_qs1.

Namun menurut Kabag Humas BNN Kombes Sulistriandriatmoko, kasus tersebut tidak terkait dengan instansinya. Jabatan Ketua Badan Narkotika Kabupaten yang dipe­gang oleh Harmil, bukan bagian dari BNN.

"Saya tegaskan sekali lagi, BNK itu merupakan wewenang dari pe­merintah setempat, bukan bagian dari BNN," ujar Kepala Bagian Humas BNN, Kombes Sulistiandri Atmoko, pada Kamis (8/3) di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur.

"Kalau BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) organisasinya di bawah BNN. Tapi kalau BNK, organisasinya di bawah kabupaten,"  tegasnya. ***

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya