Berita

Foto: Net

Nusantara

Hanura Hanya Dukung Willem-Alus Di Pilbup Puncak

JUMAT, 09 MARET 2018 | 04:53 WIB | LAPORAN:

Gelaran Pilkada Serentak 2018 sudah memasuki tahapan kampanye. Namun, Kabupaten Puncak masih mengalami permasalahan.

Semula, di daerah itu hanya akan diikuti calon pasangan tunggal yaitu, Willem Wandik dan Alus UK Murib.

Panwaslu Puncak lantas memutuskan meminta KPU Puncak membatalkan SK Nomor 83/Kpts/KPU-Puncak/II/2018 tentang penetapan calon bupati/wakil bupati Puncak 2018.


Selain itu, KPU Puncak diminta memverifikasi ulang syarat dukungan parpol yang mendukung dua bakal paslon yaitu Willem Wandik-Alus UK Murib dan Repinus Telenggen-David Ongomang untuk mengklarifikasi dukungan.

KPUD Puncak didampingi KPU Papua mengklarifikasi dukungan pasangan calon ke DPP Partai Hanura dan Partai Amanat Nasional (PAN). Ada waktu tiga hari yang diberikan Panwaslu Puncak untuk melakukan klarifikasi ke pengurus DPP.

Akhirnya, pada Rabu (7/3), KPU Puncak didampingi KPU Papua bersama dengan Panwas Kabupaten Puncak mendatangi Kantor DPP Partai Hanura di The City Tower, Jakarta.

Di kesempatan itu, DPP Hanura diwakili Ketua Tim Pilkada Herry Lontung Siregar menegaskan dukungan hanya kepada pasangan Willem-Alus.

"Kami menyatakan dukungan Willem Wandik. Tidak pernah berubah dari yang pertama sampai sekarang, mudah-mudahan dapat memahami dan ikuti apa yang diputuskan," tutur Herry, kepada wartawan, Kamis (7/3).

Menurutnya, Hanura tidak memberikan dukungan ganda di Pilbup Puncak. Sejak awal, dukungan hanya diberikan kepada pasangan Willem-Alus.

"Tidak ada ganda. Kami sudah klarifikasi. Mereka diperintahkan untuk klarifikasi dukungan. Hanya satu tetap satu Willem Wandik dan Alus Murib. Sejak awal sampai hari ini, tidak pernah berubah," tegas Herry.

Sementara itu, Ketua KPU Puncak, Erianus Kiwak mengatakan tujuan kedatangan ke DPP Hanura hanya untuk mengklarifikasi dukungan dari partai yang dipimpin Oesman Sapta Odang.

"Kami datang didampingi KPU Provinsi. Kami meminta penjelasan ke Partai Hanura supaya beda pemahaman dihilangkan," tuturnya.

Setelah menerima jawaban dari DPP Hanura, jajaran KPU Puncak akan melakukan rapat pleno.

"Kami sudah mendapatkan jawaban dari Hanura. Kami melakukan pleno, setelah itu mengaktifkan SK yang sudah dibatalkan panwas Kabupaten Puncak," tambah Erianus. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya