Berita

Foto: RMOL

Nusantara

Pemprov DKI Dinilai Kurang Perhatian Pada Kesenian Betawi

JUMAT, 09 MARET 2018 | 03:28 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai masih kurang perhatian terhadap kesenian Betawi.

Hal ini sebagaimana dirasakan aktivis kesenian Betawi Perguruan Maen Pukul Cingkrik dari Sanggar Kembang Jaya Kusuma, Jakarta Selatan, Shamin Kaumpangsi. Shamin yang sudah 8 tahun menggeluti silat di sanggar itu mengaku belum merasakan ada perhatian Pemprov DKI kepada pegiat kesenian Betawi.  

"Seharusnya pemerintah memperhatikan, sebab banyak kesenian yang bisa diperkenalkan," ujar Shamin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (7/3).


Shamin berharap sanggarnya yang kini sudah terdaftar dalam badan hukum dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Kita memerlukan peralatan untuk latihan bela diri silat, misalnya matras, agar anak-anak tidak cidera saat latihan, kemudian alat musik untuk mengiringi silat," tukasnya.

Legalitas ini, sambung Shamin juga dibutuhkan agar sanggar memiliki payung hukum yang jelas dan tidak diklaim oleh pihak-pihak tertentu.

"Legalitas, dulu emang kita tidak punya keinginan karena perlu biaya banyak. Namun karena didorong Betawi Berantara Production kita ditekan membuat legalitas," tandasnya.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi E DPRD DKI, Sereida Tambunan mengaku memberikan apresiasi kepada sangar-sangar di Jakarta yang telah memiliki badan hukum. Menurutnya, hal itu dapat membantu pemerintah dalam melakukan pendataan.

"Kami mendorong pada mereka (pengiat kesenian Betawi) untuk membuat legalitas, agar dapat didata oleh pemerintah," ujar Sereida.

Ke depannya, Politisi PDIP ini pun ingin kesenian Betawi seperti silat, palang pintu, kroncong, dan ondel-ondel dapat dipromosikan ke dunia melalui Asian Games 2018.

"Jadi saya menekan, khususnya Dinas Pariwisata (Disparbud) untuk melibatkan mereka untuk memperkenalkan kesenian Betawi di Asia, bahkan dunia," tutupnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya