Berita

Nusantara

Dongkrak Prestasi Olahraga, Anies Harus Restui Pola Bapak Angkat

KAMIS, 08 MARET 2018 | 20:30 WIB

Untuk mendongkrak prestasi atlet Jakarta, salah satu cara yang mesti dilakukan menerapkan kembali pola bapak angkat. Belakangan prestasi olahraga atlet ibukota merosot, kalah bersaing dengan daerah seperti Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Pola ini dalam rangka memacu pembinaan prestasi atlet agar PON 2020 Papua, kontingen DKI menjadi juara umum," kata Wakil Ketua III Bidang Sarana dan Prasarana KONI DKI Jakarta, Didi O Affandi di Jakarta, Kamis (7/3).

Selain itu, KONI DKI Jakarta juga berancang-ancang agar Jakarta terpilih menjadi tuan rumah PON 2024. Menurut Didi, pola bapak angkat itu saat ini tinggal menunggu restu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno.


"Restu itu yakni dengan menerbitkan SK Gubernur tentang bapak angkat cabang olahraga," ujar Didi yang juga Ketua Umum Pengprov Perpani DKI Jakarta ini.

Terkait pola bapak angkat ini sudah memperoleh dukungan dari Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik,  yang akan menggandeng pengusaha-pengusaha di Jakarta untuk membantu pembinaan prestasi olahraga.

Didi menuturkan, bapak angkat nantinya akan membina cabang olahraga sesuai pilihan dinas, badan dan BUMD.

Seluruh  dinas, badan, BUMD dan dunia  usaha yang memiliki hubungan dekat dengan Pemprov DKI akan mendapat tugas  menjadi bapak angkat cabang olahraga anggota KONI DKI.

Di sisi lain, lanjut Didi, mulai pekan lalu pihaknya telah memanggil  pengurus cabang olahraga untuk menyampaikan kebutuhan sarana dan prasarana masing-masing olahraga.

"Satu hari ada 10 pengurus cabang olahraga yang kita panggil untuk membuat proposal kebutuhan apa saja  peralatan olahraga yang diperlukan," jelas Didi.

Kebutuhan sarana dan prasarana olahraga yang diperlukan masing-masing cabang olahraga berbeda-beda. Diketahui, pembinaan olahraga di DKI Jakarta mengalami keterpurukan yang memprihatinkan. Karena selama 1,5  tahun ini tidak mendapat dana hibah dari Pemprov DKI.

"Pegawai sekretariat KONI DKI tidak digaji. Hanya memperoleh gaji dari pinjaman seseorang yang mau membantu KONI," pungkas Didi.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya