Berita

Febri Diansyah

Hukum

KPK Terus Menerima Informasi Baru Dalam Kasus Walikota Kendari

KAMIS, 08 MARET 2018 | 17:26 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT)  yang menyeret Walikota Kendari, Adriatma Dwi Putra, dan ayahnya yang juga Calon Gubernur Sulawesi Tenggara, Asrun.

Jurubicara KPK, Febri Diansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapat beberapa informasi terbaru, baik dari penguatan barang bukti ataupun pemeriksaan saksi-saksi.

"Ada lima orang saksi dari swasta yang diperiksa pada hari ini untuk mengkonfirmasi informasi terbaru pada kasus ini," ujarnya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/3)


Febri menambahkan, penyidik menelusuri pergerakan uang setelah ditarik dari bank, dibawa mobil ke jalanan, di lokasi hutan di Kendari dan sejumlah tempat.

"Penyidik juga menelusuri asal usul uang selain Rp 1,5 miliar yang ditarik dari bank tersebut. Karena dugaan penerimaan adalah Rp 2,8 miliar," jelasnya

Lebih lanjut Febri menjelaskan bahwa KPK sangat terbantu oleh personil dan dukungan aparat Polri karena pemeriksaan dilakukan di Polda Sultra.

Dugaan penerimaan uang sejumlah Rp 2,8 miliar terdiri dari transaksi pada tanggal 26 Februari 2018 sejumlah  Rp 1,5 miliar yang ditarik dari Bank Mega di Kendari oleh staf PT Sarana Bangun Nusantara (SBN) dan Rp 1,3 miliar dari uang kas yang kemudian akan diberikan pada Walikota Kendari, Adriatama Dwi Putra (ADR).

Diduga uang tersebut akan dipergunakan untuk kepentingan biaya politik yaitu pencalonan Asrun yang juga ayah dari Adriatman di Pilkada Sultra.

Ayah dan anak itu dijerat pasal 12 (a) atau (b) atau pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [ald]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya