Berita

JR Saragih/Net

Politik

Demokrat Tidak Akan Tinggal Diam Kredibilitas JR Saragih Dihancurkan

Bawaslu Sumut Dinilai Ambigu
KAMIS, 08 MARET 2018 | 12:27 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sikap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara (Sumut) terkait proses pencalonan JR Saragih di Pilgub Sumut 2018 dinilai ambigu. Meski memberi peluang calon usungan Partai Demokrat itu untuk melegalisir ulang ijazah SMA-nya, Bawaslu juga memproses laporan masyarakat atas objek yang sama.

Adalah Nurmahadi Darmawan (43), warga Jalan Raharja, Medan Selayang, yang melapor ke Bawaslu Sumut dengan dugaan JR memasukkan dokumen palsu untuk pencalonannya. Laporan beregister No 05/LP/PG/Prov/02.00/III/2018, tertanggal 2 Maret 2018 itu direspon Bawaslu dengan mengutus penyidik Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Sumut untuk mendatangi Sekretariat KPU Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan.

Kedatangan para penyidik Gakkumdu ke KPU Sumut pada Selasa (6/3) dibenarkan oleh Ketua KPU Sumut Mulia Banurea. Dikatakannya, para penyidik Gakkumdu mencari sejumlah dokumen pendaftaran JR. Namun, Mulia tidak mengetahui apa saja dokumen yang diminta penyidik.


"Apa yang diinginkan itu, tanya Hardi Munte (Komisioner Bawaslu Sumut yang juga Koordinator Gakkumdu). Dia yang tanda tangani surat tugasnya," jelas Mulia.

Sementara, Hardi Munte sendiri mengaku belum mendapat laporan tentang apa saja dokumen yang telah diambil penyidik Gakkumdu dari KPU Sumut. "Saya belum dapat laporan dari koordinator penyidik," kata Hardi, Rabu malam (7/3).

Namun, dia menegaskan bahwa langkah penyidik Gakkumdu itu merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat tentang dokumen pendaftaran JR yang terindikasi palsu. Bawaslu, sebagai pengawas kemudian melimpahkan ke Gakkumdu karena adanya unsur pidana dalam laporan tersebut.

Meski begitu, menurut Hardi, laporan tersebut tidak secara rinci menyebut dokumen mana yang diduga palsu. "Spesifik belum kelihatan, kita masih selidiki gimana. Terkait syarat calon. Yang mana apa surat dinas itu, ijazah itu, belum tahu," paparnya.

Diketahui, Bawaslu Sumut pada Sabtu (3/3) telah mengabulkan sebagian permohonan pasangan JR-Ance yang dicoret oleh KPU Sumut karena legalisir ijazah JR tidak diakui. Dalam putusannya, Bawaslu Sumut memberi waktu tujuh hari kepada JR untuk melegalisir ulang ijazah SMA-nya. Keputusan ini membuka peluang bagi pasangan yang diusung koalisi Demokrat, PKB dan PKPI tersebut untuk menjadi paslon nomor urut 3.

Pengamat politik asal Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Sohibul Anshor Siregar mengatakan Bawaslu Sumut bisa saja melanjutkan laporan masyarakat, jika substansinya berbeda dengan apa yang diputuskan Bawaslu terkait sengketa pilkada antara JR-Ance dengan KPU Sumut. "Tapi kalau objek yang dilaporkan sama dengan yang sudah diputuskan, ya tidak perlu ditindaklanjuti," ujarnya.

Terlepas dari itu, Sohibul justru bertanya-tanya tentang penghentian pemeriksaan laporan yang dibuat Hamdan Noor Manik tentang permasalahan ijazah Sihar Sitorus. "Itu sampai sekarang belum dibuka ke publik. Apa yang mendasari mereka menghentikan pemeriksaan itu? Harusnya, poin-poin yang membuat itu dibatalkan detail disampaikan ke masyarakat," tegasnya.

Koordinator Kelompok Kerja Hubungan Masyarakat (Pokja Humas) Sumut Idrus Djunaidi mengaku sangat prihatin atas sikap penyelenggara Pemilu, baik KPU maupun Bawaslu Sumut, yang menurutnya ambigu dan nyata-nyata membingungkan masyarakat. Baginya, sikap dimaksud paradoks dengan tujuan pembentukan kedua lembaga negara tersebut.

"Kedua lembaga itu kan dibentuk untuk penegakan demokratisasi di negara ini. Tapi, apa yang terjadi di Sumut atas sikap kedua lembaga tersebut justru merusak demokrasi. Saya kira ada aktor di balik layar yang memaksakan kehendak atas proses demokratisasi di Sumut," tukas Idrus, Kamis (8/3).

Melihat latar belakang JR Saragih, bagi Idrus apa yang dipertontonkan KPU Sumut saat penetapan calon 12 Februari lalu, adalah penghinaan besar bagi institusi TNI. "JR itu kan jebolan Akmil (Akademi Militer). Keraguan KPU atas legalitas pendidikan SMA JR sama artinya menyebut panitia seleksi taruna di Akmil tak becus. Selain mencederai nama baik TNI, ulah KPU juga telah mencederai perasaan masyarakat pendukung JR-Ance," pungkasnya.

Terpisah, Sekretaris Departemen Dalam Negeri DPP Partai Demokrat Abdullah Rasyid menegaskan partainya akan mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik persolan ini. Yang pasti, sebut dia, Demokrat dan partai pengusung JR-Ance lainnya, yakni PKB dan PKPI telah dihancurkan kredibilitasnya di mata publik.

"Demokrat tidak akan tinggal diam. Demikian pula PKB dan PKPI. Kita bersama-sama akan mengungkap ada apa di balik semua ini. Di satu sisi penyelenggara, baik KPU maupun Bawaslu Sumut, sangat proaktif. Di sisi lain, dengan mudah menghentikan persoalan," pungkasnya, sembari menegaskan perbandingan yang dia maksud adalah persoalan ijazah Sihar Sitorus. [rus]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya