Berita

Jokowi dan Sofyan Djalil/net

Nusantara

Jokowi Ancam Copot Sofyan

Kalau 7 Juta Sertipikat Tanah Tak Rampung
RABU, 07 MARET 2018 | 09:21 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Masalah sengketa lahan masih menjadi momok di negeri ini. Di mana saat Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah selalu mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait sengketa lahan.

Menurut Jokowi, sengketa lahan terjadi karena belum dimilikinya sertipikat atas lahan. "Kabupaten Bogor juga sama banyak sengketa karena rakyat belum pegang tanda bukti hak atas tanah. Kalau sudah pe­gang mau apa. Sudah enggak bisa apa-apa," kata Jokowi saat melakukan kunjungan ke empat kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Yaitu Tajur Halang, Bojong Gede, Cibinong dan Sukaraja.

Pada kesempatan itu, Jokowi berpesan kepada masyarakat yang sudah menerima sertipikat untuk menjaga sertipikat dengan baik serta memperhitungkan dengan cermat jika akan menga­gunkan sertipikat ke bank.


Presiden sekaligus menyem­patkan berdialog singkat dengan tiga perwakilan masyarakat memberikan kuis sederhana kemudian menghadiahkan sepe­da.

Dalam kesempatan yang sa­ma, Jokowi menyerahkan 15.000 sertipikat kepada masyarakat di wilayah Bogor meliputi empat kecamatan. Yaitu Tajur Halang, Bojong Gede, Cibinong dan Sukaraja.

"Untuk seluruh Kabupaten Bogor sejatinya akan ada 80.000 sertipikat yang akan dibagikan pemerintah. Sekarang 15.000 dulu. Sisanya menyusul," ujar Jokowi.

Mantan Walikota Solo itu menegaskan, jumlah 80.000 sertipikat untuk masyarakat di seluruh Kabupaten Bogor bukan angka yang bisa ditawar. Dia sudah memerintahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil untuk mengejar target tersebut.

"Angka 80.000 ini bagian dari target tujuh juta sertipikat yang harus dibagikan ke masyarakat tahun ini. Saya sudah bekali-kali mengancam mencopot Menteri Sofyan, harus kerja betul-betul. Bila gagal, sanksinya akan saya copot," tegasnya.

Ancaman pencopotan itu sebe­narnya sudah dilakukan berkali-kali, bahkan setiap kali ketika acara penyerahan sertipikat ta­nah untuk rakyat dilakukan di berbagai daerah.

"Pak Sofyan juga nggak mau kalah sama saya. Beliau juga nyuruh ke Kanwil BPN-nya, kalau enggak sampai target, mereka juga akan beliau copot. Ini bagus. Karena kalau enggak kerja seperti itu ya enggak ram­pung-rampung," ujarnya menegaskan.

Tahun lalu, 5 juta sertipikat diserahkan kepada masyarakat, tahun ini ditargetkan jumlah itu naik menjadi 7 juta sertipikat kemudian menjadi 9 juta ser­tipikat dapat diserahkan kepada masyarakat pada 2019.

Tak hanya di Bogor, sengketa lahan juga terjadi di Sebatang Borang, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Di mana warga kelurahan Srimulya dan Sukamulya bersengketa dengan pengusaha kondang Palembang H H Akar permasalahannya adalah tanah seluas 405 hektar yang dihuni sekitar 8 ribu kepala ke­luarga (KK).

Di mana, putusan pengadi­lan memenangkan pengusaha. Padahal, warga dua kelurahan itu sudah tinggal puluhan tahun dan rajin membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Presiden Jokowi pun mem­inta Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil untuk segera me­nyelesaikan persoalan sengketa tanah di daerah. ***

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya