Berita

Anies Baswedan/RMOL

Nusantara

DPRD Bisa Boikot Program DP Nol Persen Anies

RABU, 07 MARET 2018 | 07:36 WIB | LAPORAN:

DPRD DKI Jakarta bisa memboikot program DP Nol Rupiah jika Pemprov menjual tanpa persetujuan mereka.

Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mendesak Gubernur Anies Baswedan dan Wakilnya, Sandiaga Salahuddin Uno untuk segera mengajak DPRD membahas tentang program rumah bagi warga yang katanya murah itu.

"Anies-Sandi harus intens membahas dengan DPRD Jakarta. Minimal DPRD, harus dilaporkan mengenai tahapan atau perkembangan program tersebut," katanya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (7/3).


Pada awal tahun lalu, Pemprov sudah melakukan groundbreaking program DP nol rupiah di atas lahan milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Sarana Jaya seluas 1,3 hektare di kawasan Pondok Kelapa. Adapun pembiayaan DP yang harusnya sebesar 1 persen menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan diambil dari APBD.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI, Bestari Barus mengaku sedari awal, belum pernah diajak Pemprov ntuk membicarakan soal itu.

"Apalagi konon, tanah yang akan digunakan adalah tanah BUMD. Ini artinya, harus ada pelepasan aset yang harus diketahui oleh DPRD," tegas Uchok.

Nah, jika Pemprov bersikeras untuk menjual program DP nol rupiah tanpa membicarakannya terlebih dahulu dengan para anggota dewan di Jalan Kebon Sirih, Uchok bilang DPRD bisa memboikot.

"Pemda menganggap sebelah dengan DPRD, berarti DPRD boleh kok "memboikot" program DP nol rupiah tersebut," tegas Uchok.

Sebelumnya, Bestari Barus menegaskan, jika penjualan DP nol rupiah benar-benar dilakukan tanpa persetujuan DPRD, maka Anies bisa dituntut pidana.

"Iya bisa jadi (Anies dipidana jika tanpa persetujuan DPRD)," pungkas Uchok.[wid]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya