Nama Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo (SYL) turut diwacanakan sebagai tokoh yang cocok mendampingi Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.
Wacana ini muncul saat Ketua Umum Nasdem Surya Paloh yang tidak menutup kemungkinan akan mencari calon wakil presiden Joko Widodo dari wilayah Indonesia timur, khususnya Sulsel. Dia akan berkonsultasi dengan Wapres Jusuf Kalla (JK) dalam menentukan calon yang akan diusung itu.
“Nanti kita tanya sama JK dulu, ada enggak potensi kita di Sulawesi Selatan. Nah kan kita tanya dulu, kalau memang yang lain-lain juga di bawah kapasitas Syahrul, kan lebih bagus Syahrul. Kemungkinan itu bisa aja," ujar Surya Paloh, Kamis (1/3) lalu.
Menanggapi wacana ini, peneliti senior dari Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo mengatakan bahwa peluang SYL, menjadi calon wakil presiden Joko Widodo atau Jokowi masih ada jika dibandingkan dengan figur lain dari Indonesia timur.
"Kalau dibandingkan dengan figur-figur kepala daerah di Indonesia Timur, peluang Syahrul masih ada," ucap Karyono dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (6/3).
Namun demikian, Karyono meminta kepada Syahrul untuk segera menunjukkan prestasi kebanggaannya ke publik, jika ingin maju di pentas politik nasional.
"Jika dia mau maju di pentas politik nasional harus memiliki prestasi yang bisa dibanggakan masyarakat untuk mendongkrak popularitas ketokohannya dan elektabilitasnya," jelas Direktur Strategic Indo Survey & Strategy itu.
Jika hal itu tidak segera dilakukan, maka pencalonan syahrul hanya akan menjadi beban bagi Jokowi di Pilpres 2019. Sebab, Syahrul tidak bisa mendongkrak elektabilitas Jokowi.
"Jika tidak (mendongkrak popularitasnya), maka figur Syahrul Yasin Limpo justru menjadi beban Jokowi," kata Karyono. [ian]