Berita

Politik

Pengamat: SYL Punya Peluang Jadi Cawapres Jokowi

RABU, 07 MARET 2018 | 00:20 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Nama Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo (SYL) turut diwacanakan sebagai tokoh yang cocok mendampingi Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.

Wacana ini muncul saat Ketua Umum Nasdem Surya Paloh yang tidak menutup kemungkinan akan mencari calon wakil presiden Joko Widodo dari wilayah Indonesia timur, khususnya Sulsel. Dia akan berkonsultasi dengan Wapres Jusuf Kalla (JK) dalam menentukan calon yang akan diusung itu.

“Nanti kita tanya sama JK dulu, ada enggak potensi kita di Sulawesi Selatan. Nah kan kita tanya dulu, kalau memang yang lain-lain juga di bawah kapasitas Syahrul, kan lebih bagus Syahrul. Kemungkinan itu bisa aja," ujar Surya Paloh, Kamis (1/3) lalu.


Menanggapi wacana ini, peneliti senior dari Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo mengatakan bahwa peluang SYL, menjadi calon wakil presiden Joko Widodo atau Jokowi masih ada jika dibandingkan dengan figur lain dari Indonesia timur.

"Kalau dibandingkan dengan figur-figur kepala daerah di Indonesia Timur, peluang Syahrul masih ada," ucap Karyono dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (6/3).

Namun demikian, Karyono meminta kepada Syahrul untuk segera menunjukkan prestasi kebanggaannya ke publik, jika ingin maju di pentas politik nasional.

"Jika dia mau maju di pentas politik nasional harus memiliki prestasi yang bisa dibanggakan masyarakat untuk mendongkrak popularitas ketokohannya dan elektabilitasnya," jelas Direktur Strategic Indo Survey & Strategy itu.

Jika hal itu tidak segera dilakukan, maka pencalonan syahrul hanya akan menjadi beban bagi Jokowi di Pilpres 2019. Sebab, Syahrul tidak bisa mendongkrak elektabilitas Jokowi.

"Jika tidak (mendongkrak popularitasnya), maka figur Syahrul Yasin Limpo justru menjadi beban Jokowi," kata Karyono. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya