Berita

Nusantara

Janji Hapus Lelang Konsolidasi Ditagih, Sandiaga Mau Jawab Besok

SELASA, 06 MARET 2018 | 21:04 WIB | LAPORAN:

. Janji menghapus lelang konsolidasi di lingkungan Pemprov DKI ditagih Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi. Ditanyakan ke Salahuddin Uno, dia masih enggan menanggapi.

"Ini bagus banget pertanyaannya, tapi nanti buat besok (jawabannya)," kata Sandi saat ditemui di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/3).

Sebelumnya, Uchok mempersoalkan penghapusan sistem lelang konsolidasi yang dijanjikan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.Hampir setengah tahun keduanya memimpin ibukota, sejumlah proyek tetap dilakukan dengan lelang konsolidasi.


"Saat ini janji tinggal janji, atau janji itu hanya sebuah hoax? Jangan lupa dengan janji yang pernah diucapkan," kata Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi melalui pesan elektronik kepada redaksi, Selasa (6/3).

Sebagai bukti, Ucok mengungkapkan Dinas Pendidikan DKI melakukan lelang konsolidasi dengan pagu anggaran sebesar lebih dari Rp 1,8 triliun, meliputi 5 proyek.

Paket 1 yakni rehab total gedung sekolah Jakarta Utara dan kepulauan Seribu dengan pagu anggara Rp 434,2 miliar, paket 2 rehab total gedung sekolah Jakarta Barat dengan anggaran Rp 318,8 miliar, paket 3 rehab total gedung sekolah Jakarta Selatan dengan anggara Rp 315 miliar, rehab total gedung sekolah Jakarta Timur dengan sebesar Rp 346,7 miliar, dan paket 5 rehab total gedung sekolah Jakarta Pusat dan Jakarta Timur II dengan pagu paket senilai Rp 400,6 miliar.

"Jadi dari masih tetap berjalannya sistem lelang konsolidasi ini, maka kami dari CBA meminta kepada Gubernur Anies Bawesdan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno untuk segera menghentikan lelang pengadaan rehab gedung sekolah tersebut," desaknya.

Ditegaskan dia, lelang konsolidasi hanya dinikmati perusahaan-perusahaan swasta besar dan BUMN, sedangkan UMKM dan kontraktor kelas menengah ke bawah tak bisa terlibat.[dem]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya