Berita

Novita Ulya Hastuti/Net

Nusantara

Tangkal Isu SARA, Panwaslu Kota Bekasi Gandeng MUI

SELASA, 06 MARET 2018 | 14:44 WIB

. Panitia Pengawas  Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi tidak ingin kecolongan terhadap maraknya penyebaran isu berbau Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA), memasuki masa kampanye Pilkada serentak 2018. Guna mengantisipasi isu yang berpotensi memecah belah kesatuan antar umat beragama tersebut, Panwaslu menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi.

"Ini jelas jadi satu langkah kami mengantisipasi isu SARA dan politik identitas lainnya mempengaruhi Pilkada, karena selama ini masyarakat kita diadu oleh isu SARA yang tidak bertanggung jawab," ujar Ketua Panwaslu Kota Bekasi, Novita Ulya Hastuti, Selasa (6/3).

Sejauh ini menurut dia, belum ada laporan terkait salah satu parpol atau tokoh politik yang diduga melakukan kampanye hitam atau ujaran kebencian berbau SARA.


Karena itu, Panwaslu bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, akan berupaya mengkampanyekan pelaksanaan pemilu yang jujur, adil, dan jauh dari penggunaan isu SARA dalam setiap aktivitas keagamaan.

Panwaslu juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuka agama agar tidak memanfaatkan SARA terhadap kontestasi Pilkada yang bisa memicu terbelahnya hubungan masyarakat.

"Politik identitas dalam bentuk SARA merupakan PR bangsa, bukan hanya Panwaslu. Kami bersama MUI akan bekerja dan mengimbau agar khotbah-khotbah di masjid terutama semasa Pilkada cenderung lebih menentramkan daripada menghakimi atau memicu konflik horizontal yang lebih tajam," tutur Novita.

"Kami juga sarankan agar masyarakat tidak mengkampanyekan tidak boleh memilih si A atau si B karena agama dan menyalahkan agama lain. Karena kan tidak bisa disalahkan ketika pemilih memilih pilihannya berdasarkan agama atau tidak. Itu kan kebebasan seorang individu," tandas dia. [Zulfahmi/rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya