Berita

Foto/RMOL

Nusantara

Salah Satu Tuntutan Aksi, Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Malaysia

SENIN, 05 MARET 2018 | 11:28 WIB | LAPORAN:

. Sebanyak 46 organisasi yang tergabung dalan Perhimpunan Satu Darah (Persada) Indonesia, hari ini (Senin, 5/1) menggelar aksi unjuk rasa di Kedutaan Besar Malaysia, Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Aksi digelar sebagai wujud solidaritas dan mengecam segala bentuk tindak kekerasan terhadap buruh migran Tenaga Kerja Indonesia Nusa Tenggara Timur (TKI NTT) di tempat kerjanya di Malaysia.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang, tercatat ada 147 TKI NTT telah meninggal dunia hanya dalam kurun waktu tiga tahun, terhitung dari 2015 hingga 2018.


"Jelas, ini adalah fakta hukum yang memprihatinkan, karena para pahlawan devisa negara Indonesia dari pulau NTT harus meregang nyawa di negeri jiran," ujar Ketua Persada Indonesia Yohannes Gore dalam keterangan pers yang diterima wartawan di lapangan.

Salah satu, kasus yang saat ini tengah menjadi sorotan yakni kasus Adelina Sau, salah satu buruh migran asal NTT yang menerima kekerasan atau penganiayaan dari majikannya hingga mengakibatkan kematian.

"Aksi unjuk rasa secara damai ini bertujuan agar mendorong pemangku kepentingan siapa pun melakukan tindakan nyata dalam menyelesaikan permasalahan pelanggaran HAM berat (genosida) ini baik kepada 147 TKI NTT yang meninggal dunia dan perbaikan sistem penempatan TKI NTT di Malaysia," tambahnya.

Berikut beberapa tuntutan yang disuarakan Persada Indonesia di Kedubes Malaysia, Jakarta: mendesak PBB dan Malaysia menindak penyiksaan TKI di Malaysia; mengutuk pelaku genosida di Malaysia; mendesak PBB membawa penganiayaan 147 TKI NTT ke pengadilan HAM internasional; mendesak Indonesia melindungi TKI NTT di Malaysia; mendesak pemerintah pusat mengawasi penegakan hukum di NTT; mendesak pemerintah Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia hingga ada jaminan keselamatan kerja TKI di Malaysia; dan meminta pemerintah Indonesia melakukan moratorium TKI ke Malaysia.

Aksi solidaritas Persada Indonesia di Kedubes Malaysia diikuti sekitar 2.000 orang. Aksi ini mendapat pengawalan dari 400 personil gabungan Polri, TNI dan Satpol PP. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya