Berita

Abdullah Azwar Anas membuka Festival Dengan Memecahkan Kendi/RMOL

Nusantara

Kerukunan Umat Beragama Dalam Festival Balaganjur Banyuwangi

SENIN, 05 MARET 2018 | 04:35 WIB | LAPORAN:

Festival Balaganjur dan Parade Ogoh-Ogoh yang digelar di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi telah menunjukkan wujud dari kerukunan umat beragama.

Masyarakat Purwoharjo bahu membahu menyiapkan parade yang digelar menjelang Hari Raya Nyepi tersebut.

Purwoharjo merupakan kecamatan yang dihuni dengan berbagai umat beragama. Tempat ibadah dari berbagai agama terletak berdekatan di kecamatan ini. Semua masyarakat dari berbagai agama membaur dalam pagelaran ini.


Tidak jauh dari lokasi parade, ribuan umat Islam menggelar pengajian di Pondok Pesantren Salafiyah, Al Falah Purwoharjo. Usai pengajian mereka menyaksikan Festival Balaganjur tersebut. Bahkan sebelum membuka Parade Ogoh-Ogoh dan Balaganjur, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, menyempatkan untuk hadir dalam acara pengajian dan acara parade Ogoh-Ogoh.

"Hari ini kita menyaksikan bagaimana kerukunan umat beragama di Purwoharjo. Mari kita terus jaga kerukunan semacam ini," kata Anas disela acara, Minggu (4/3).

Dalam parade tersebut juga hadir tokoh lintas agama, untuk menyemarakkan parade yang tahun ini masuk dalam agenda Banyuwangi Festival.

"Acara ini murni dari masyarakat, yang tahun ini kami masukkan dalam agenda Banyuwangi Festival. Festival ini diharapkan kian menguatkan kerukunan antar umat beragama, dan masyarakat," kata Anas.

Parade kali ini diikuti oleh 35 ogoh-ogoh berbagai bentuk, mulai dari karakter hanuman, rahwana, dan karakter lainnya. Satu ogoh-ogoh rata-rata harus digotong oleh 10 orang.

Di belakang ogoh-ogoh terdapat barisan balaganjur yang mengiringi. Terdapat 45 grup balaganjur. Balaganjur berasal dari kata Bala dan Ganjur. Bala memiliki arti pasukan atau barisan, sedangkan Ganjur berarti berjalan. Balaganjur berarti pasukan atau barisan yang sedang berjalan, dengan membawa gamelan.
 
Anas mengatakan tahun ini banyak kebudayaan dan tradisi di berbagai daerah Banyuwangi diangkat dalam Banyuwangi Festival. Menurut bupati 44 tahun tersebut, festival merupakan cara Banyuwangi untuk konsolidasi masyarakat. Masyarakat yang kesehariannya sibuk bekerja, atau banyak berada di dalam rumah, melalui festival mereka keluar rumah dan menyapa tetangga.

"Ini cara Banyuwangi untuk memupuk persatuan masyarakat," kata Anas. [nes] 

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya