Berita

Foto/Net

Politik

Grace Natalie: Lebay Banget yang Ributin Audiensi PSI ke Istana

MINGGU, 04 MARET 2018 | 04:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pertemuan petinggi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Kamis (1/3) lalu menyisakan polemik. Pasalnya, ada perbincangan tentang pemenangan Jokowi di Pilpres 2019.

Ketua Umum DPP PSI Grace Natalie yang merasa heran dengan polemik ini meluapkan keterusikannya di Twitter @grace_nat.  
 
"Heran lebay banget yang pada ributin audiensi PSI ke Istana. Istana itu rumah rakyat. Sampai ada yang ngirimin pasukan untuk demo minta PSI dibubarkan. Segitu takutnya ya sama anak-anak muda? belum lagi yang buat aneka hoax. ndeso ah!" kicaunya, Sabtu (3/3).


Namun bukannya menyelesaikan masalah, kicauan ini justru mengundang hujatan dari warganet. Ada yang mengomentari mengenai penyebutan Istana Negara sebagai rumah rakyat tapi disalahgunakan untuk membahas pemenangan pilpres.

"Rumah rakyat tapi untuk ngomongin kepentingan rakyat! Bukan untuk kepentingan kalian dan Pak Jokowi, kalau mau ngomongin kepentingan kalian cari rumah makan padang, nah ngobrol klen di situ, norak lu!" kesal akun @inthanlubis.

Ada juga warganet yang menilai kicauan mantan presenter itu kurang intelek sebagai seorang pimpinan parpol. Grace juga dinilai gagal dalam mendefinisikan fungsi Istana. 

"Tante grace kan ketum Partai bantahan anda tidak menampakan narasi intelek seorang pimpinan parpol, anda sudah gagal mendefinisikan fungsi Istana, fungsi presiden dan tema pertemuan tidak terkait langsung kepada urusan rakyat. Ndeso ialah gagal berfikir strategis cenderung ke syahwat kuasa jangka pendek," ujar akun @SangarjunaCool.

Tidak hanya itu saja, ada juga warganet yang keberatan dengan ungkapan "ndeso" yang dipakai Grace Natalie.

"Kok bawa-bawa ndeso. Wah sebagai penggiat desa kami keberatan, ini dah pembunuhan karakter. Dan jelas PSI nggak pro desa. Jangan Norak ah," tukas @DesaKita2. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya