Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Fahri Hamzah: Belum Sadarkah Jokowi Dengan 212?

MINGGU, 04 MARET 2018 | 02:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta Presiden Joko Widodo untuk tidak tebang pilih dalam menuntaskan kasus penyerbaran informasi bohong alias hoax di media sosial.

Hal itu diutarakan Fahri Hamzah dalam akun Twitter @fahrihamzah yang mengkicau ulang kicauan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon yang meminta keadilan ke Presiden Jokowi soal penyebaran hoax.

Keadilan itu diminta Fadli Zon usai dirinya melaporkan pemilik akun media sosial Twitter @anandasukarlan dan Instagram @maklambeturah atas dugaan penyebaran informasi bohong alias hoaks ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.


Kedua akun itu dinilai Fadli telah menyebarkan informasi bohong dengan mengaitkan pertemuan antara Fadli, Ketua Umum Prabowo Subianto dan seorang bernama Eko pada 2017 silam dengan kelompok Muslim Cyber Army (MCA).

"Pak Jokowi harus tahu bahwa yang ditugaskan untuk berbuat itu presiden. Kepada anda rakyat meminta pertanggungjawaban. Jangan rusak keadilan dan jangan perkeruh suasana. Jangan berat sebelah jangan pakai politik belah bambu. Berbahaya!" ujar Fahri.

Keadilan, sambung Fahri, diperlukan demi menjaga keutuhan NKRI. Fahri bahkan meminta kepada Jokowi untuk mengingat gelombang aksi masa 411 dan 212 yang meledak lantaran ada perlakuan tidak adil.

"Belum sadar dengan 411, 212 dll? Ayolah Polri introspeksi-introspeksi dan pihak kemanan jangan berbuat tidak adil. Itu melukai diri sendiri," tukasnya.

Pemerintah dinilai tebang pilih lantaran hanya menyelesaikan kasus hoax yang merugikan pemerintah. Sementara kasus hoax yang merugikan pihak di luar pemerintah seperti terabaikan.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya