Berita

Zulkifli Hasan/Net

Ketua MPR: Politik Mahal Menyebabkan Korupsi Menjalar

KAMIS, 01 MARET 2018 | 11:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR Zulkifli Hasan menyatakan melawan rente dalam politik adalah hal yang berat. Ia mengucapkannya sembari meniru salah satu dialog dalam film 'Dilan'.

"Yang betul seperti Dilan, 'melawan rente itu berat, biar aku saja'," kata Zulkifli di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu malam (28/2).

Hal itu dia sampaikan dalam sambutan pada acara peluncuran buku 'Nalar Politik Rente' karya Ketua Umum Pemuda PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan pidato kebangsaan para tokoh.


Zulkifli mengakui politik di Indonesia mahal dan itu menyebabkan korupsi menjalar.

Ketua Umum PAN ini menyebutkan ada beberapa hal yang perlu disempurnakan termasuk praktek demokrasi itu itu sendiri.

"Demokrasi Pancasila seharusnya hadirkan kesetaraan dan keadilan, bukan melahirkan kesenjangan sosial serta menghasilkan politik rente," ungkapnya.

Dia menyinggung kedaulatan pangan yang tidak tercapai di Indonesia. Menurutnya, hal itu terjadi akibat politik rente.

"Negeri ini punya kekayaan berlimpah dan karenanya urusan pangan harusnya mandiri, berdiri di atas kakinya sendiri. Tidak perlu impor," tuturnya.

Zulkifli pun menyinggung soal korupsi di Indonesia. Penegakan hukum di Indonesia terkait korupsi disebutnya sudah begitu luar biasa, namun sistem yang ada masih belum benar.

"Ikhtiar perbaikan demokrasi itu seiring sejalan dengan perbaikan politik dan pencegahan korupsi. Kita perlu perubahan sistem yang menyeluruh dari hulu sampai ke hilir," tutupnya. [rus]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya