Berita

Foto/RMOL

Nusantara

Gurubesar Ini Dorong Pemerintah Lanjutkan Proyek Konstruksi

SABTU, 24 FEBRUARI 2018 | 13:53 WIB | LAPORAN:

. Gurubesar Manajemen Konstruksi Universitas Pelita Harapan, Manlian Ronald Simanjuntak mengatakan ada empat poin yang harus diperhatikan dalam konteks budaya konstruksi.

Pertama, manajemen konstruksi sebenarnya merupakan lintas bidang dan lintas kementerian. Untuk itu, setiap pemangku kepentingan harus mengoptimalisasi diri dengan menjalankan tugasnya sesuai dengan standar yang ada. Misalkan setiap pekerja diberikan asuransi jiwa.

"Asuransi konstruksi itu memang kepada jiwa. Bagaimana yang lain, kita optimalkan dong, baru setelah itu kita reward and punishment," katanya dalam diskusi bertajuk 'Proyek Infrastruktur: Antara Percepatan dan Pertaruhan' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2).


Kedua, lanjut dia, setiap pemangku kepentingan sedari awal harus memperhitungkan soal manajemen resiko.

"Bicara mengenai manajemen resiko bicara mengenai timbulnya itu resiko internal atau eksternal. Dari pengalihannya ini bisa dialihkan atau tidak. Dari penyebabnya ini spekulatif atau tidak, atau ini murni," imbuhnya.

Yang ketiga, lanjut Manlian, percepatan pembangunan yang dicanangkan pemerintah memang sebuah pertaruhan.

"Bahasa saya percepatan itu adalah bagaimana mengoptimalkan, bukan buru-buru, kemudian bicara pertaruhan itu bicara dampak. Jadi politik atau apalah itu namanya, itu dampak," katanya.

Keempat, diakuinya bahwa akhir-akhir ini memang sering terjadi kecelakaan kontruksi. Namun demikian, harusnya, kecelakaan konstruksi tersebut justru dijadikan sebagai pemacu bagi para pemangku kepentingan untuk melakukan perbaikan sehingga kejadian serupa tidak berulang.

"Lebih baik dijadikan sebagai tantangan. Saya malah mendukung dan mendorong pemerintah untuk maju terus. Justru, jangan-jangan dengan kejadian ini pemerintah kita ini bisa lebih baik ke depan," pungkas Manlian. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya