Berita

Nusantara

MORATORIUM KONSTRUKSI LAYANG

Kementerian PUPR: Permintaan Pemprov DKI Bisa Saja Dipenuhi

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 | 23:25 WIB | LAPORAN:

. Permintaan Pemprov DKI Jakarta yang menginginkan tidak semua proyek konstruksi layang dimoratorium ditanggapi santai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Direktur Konstruksi Kementerian PUPR, Syarief Burhanuddin mengatakan bahwa permintaan tersebut bisa saja dipenuhi, namun Pemprov DKI harus memenuhi semua persyaratan yang sudah ditentukan.

Pemprov DKI dimintanya untuk menyiapkan dokumen terkait dan disampaikan kepada Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) untuk dilakukan evaluasi.


"Ini hanya masalah keaktifan menyampaikan dokumen-dokumen ke komite (KKK). Sehingga bisa lebih cepat. Jadi jangan minta kita cepat tapi bagaimana mereka juga segera menyiapkan itu," katanya dalam diskusi Forum Merdeka 9 dengan tema 'Penghentian Sementara Konstruksi Layang' di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (22/2).

Lebih lanjut Syarief menegaskan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sama sekali tidak menginginkan adanya keterlambatan dalam proyek-proyek infrastruktur. Terlebih proyek itu merupakan proyek strategis.

Karenanya, untuk mempercepat proses evaluasi yang tengah dilakukan, Kementerian PUPR mempersilahkan para pemangku kepentingan untuk membawa semua dokumen yang dibutuhkan kapanpun mereka mau. Termasuk di hari libur seperti hari Sabtu dan Minggu.

"Kita tidak menginginkan ada yang terlambat," pungkasnya menegaskan.

Sekretaris Pemprov DKI, Saefullah sebelumnya meminta agar proyek konstruksi layang di Jakarta seperti proyek Light Rail Transit (LRT) tetap dilanjutkan karena proyek tersebut sesungguhnya dipersiapkan untuk digunakan pada saat Asian Games 2018 di ibukota yang akan berlangsung pada bulan Agustus nanti.

"Kita akan minta tidak ada moratorium buat struktur di DKI Jakarta. Biarkan saja jalan, karena moratorium itu akan ada halangan waktu, apalagi sayang dua minggu, tiga minggu kan sayang," demikian Saefullah.

Diketahui dalam lima bulan terakhir, terjadi delapan kecelakaan dalam pembangunan proyek infrastruktur di Jakarta. Pada 17 Oktober 2017, tiang proyek pembangunan jalur LRT di Kelapa Gading, Jakarta Utara ambruk.

Selanjutnya pada 3 November 2017, pagar beton pembatas jalur MRT di Jalan Wijaya Jakarta Selatan ambruk sehingga mengakibatkan satu orang terluka. Kemudian pada 16 November 2017, crane proyek pembangunan tol di ruas Jakarta-Cikampek roboh.

Sedangkan pada 2 Januari 2018, girder jalan tol Depok-Antasari ambruk. Kecelakaan kerja pada proyek LRT berulang dengan ambruknya konstruksi tiang di Pulogadung, Jakarta Timur pada 22 Januari 2018.

Pada 4 Februari 2018, sebuah crane proyek pembangunan rel dwiganda di Jatinegara, Jakarta Timur, ambruk. Akibatnya, empat orang pekerja tewas.

Adapun pada 5 Februari 2018,  tembok benton underpass di Jalan Perimeter Bandara Soekarno-Hatta ambruk dan menimpa mobil yang tengah melintas. Akibatnya, satu orang tewas dan satu orang lainnya erluka.

Terakhir adalah ambruknya tiang girder di proyek tol Becakayu, Selasa (20/2). Akibatnya, satu pekerja kritis, sedangkan dan enam pekerja luka parah. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya