Pekerjaan proyek Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), diharapkan rampung sebelum pagelaran Asian Games tahun ini.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, menegaskan bahwa proyek LRT Palembang tidak termasuk kriteria proyek yang dihentikan setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghentikan sementara pekerjaan konstruksi layang menyusul kecelakaan kerja beruntun.
"Untuk LRT Sumsel saya sampaikan dalam forum ini, bahwa untuk pengerjaan struktur layang sendiri hampir keseluruhan sudah selesai," terangnya dalam diskusi Forum Merdeka 9 dengan tema "Penghentian Sementara Konstruksi Layang" di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (22/2).
Sebelumnya, Kementerian PUPR mengumumkan delapan kriteria pekerjaan konstruksi layang yang dihentikan sementara. Yaitu, pekerjaan menggunakan balok atau gelagar-I beton langsing, menggunakan sistem hanging scaffolding, balance cantilever precast, launcher beam/frame, pekerjaan dengan tonase besar, pekerjaan yang mempunyai rasio kapasitas angkat terhadap beban kurang dari 5, pekerjaan dengan faktor keamanan sistem bekisting kurang dari 4 dan pekerjaan menggunakan sistem kabel. Setiap perusahaan konstruksi diminta untuk menyiapkan dokumen terkait dan disampaikan kepada Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) untuk dievaluasi.
Karena konstruksi layang proyek LRT Sumsel sudah hampir selesai, lanjutnya, penghentian sementara seharusnya tidak menyasar proyek tersebut.
"Saya kira LRT Sumsel tidak masuk dalam (kriteria) itu. Jadi sekarang kami fokus menyelesaikan karena sudah 85 persen dan struktur layangnya hampir 100 persen. Sekarang kita fokus membuat track di atas jalur layang tersebut. Itu untuk LRT Sumsel," ujar Zulfikri.
"Harapan kami juga masih bisa diselesaikan, dimanfaatkan untuk hajat besar Asian Games. Harapannya juga Juni ini bisa beroperasi," kata dia.
[ald]