Berita

Nusantara

Penghentian Sementara Konstruksi Layang Tidak Pengaruhi Target Strategis

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 | 18:55 WIB | LAPORAN:

Penghentian sementara proyek-proyek konstruksi layang oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sama sekali tidak mempengaruhi lama pengerjaan proyek-proyek infrastruktur pemerintah.

"Saya sampaikan dengan adanya kebijakan pemerintah terhadap pemberhentian sementara itu tidak berarti membuat target tidak terlaksana," tegas Direktur Konstruksi Kementerian PUPR, Syarief Burhanuddin, dalam Forum Merdeka 9 dengan tema "Penghentian Sementara Konstruksi Layang" di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (22/2).

Menurut dia, semua proyek pengerjaan jalan maupun rel yang dinilai strategis tetap berjalan, kecuali jalan atau rel yang konstruksinya layang.


"Seluruh program-program strategis tetap jalan. Kecuali saja elevated (layang)," katanya.

Lanjut Syarief, masa penghentian kerja konstruksi layang tak bakal lebih dari dua minggu. Penghentian sementara hanya untuk memberi kesempatan bagi para pemangku kepentingan mengevaluasi rentetan kecelakaan kerja yang terjadi.

"Saya perkirakan dua minggu sudah bisa dikerjakan," ungkapnya.

Evaluasi tersebut juga diyakini tidak akan menambah pengeluaran dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Tidak ada faktor-faktor penambahan biaya," terang Syarief. [ald] 

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya