Penghentian sementara proyek-proyek konstruksi layang oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sama sekali tidak mempengaruhi lama pengerjaan proyek-proyek infrastruktur pemerintah.
"Saya sampaikan dengan adanya kebijakan pemerintah terhadap pemberhentian sementara itu tidak berarti membuat target tidak terlaksana," tegas Direktur Konstruksi Kementerian PUPR, Syarief Burhanuddin, dalam Forum Merdeka 9 dengan tema "Penghentian Sementara Konstruksi Layang" di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (22/2).
Menurut dia, semua proyek pengerjaan jalan maupun rel yang dinilai strategis tetap berjalan, kecuali jalan atau rel yang konstruksinya layang.
"Seluruh program-program strategis tetap jalan. Kecuali saja elevated (layang)," katanya.
Lanjut Syarief, masa penghentian kerja konstruksi layang tak bakal lebih dari dua minggu. Penghentian sementara hanya untuk memberi kesempatan bagi para pemangku kepentingan mengevaluasi rentetan kecelakaan kerja yang terjadi.
"Saya perkirakan dua minggu sudah bisa dikerjakan," ungkapnya.
Evaluasi tersebut juga diyakini tidak akan menambah pengeluaran dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
"Tidak ada faktor-faktor penambahan biaya," terang Syarief.
[ald]