Berita

Anies Baswedan-Rizieq Shihab

Nusantara

Faizal Assegaf: Anies Licik, Rizieq Dan Elemen 212 Dikhianati

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 | 17:12 WIB | LAPORAN:

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menolak menjadi fasilitator Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab, kembali ke Indonesia. Hal ini dianggap sebagai bentuk pengkhianatan kepada ulama dan elemen 212.

"Sikap Anies yang cuek dan menolak memberi jaminan keamanan bagi Rizieq kembali ke Indonesia, makin mempertegas watak politiknya yang licik, khianat dan oportunis," kata salah satu pendiri Presidium Alumni 212, Faizal Assegaf, dalam keterangan persnya, Kamis (22/2).

Menurut dia, semakin terang Anies hanya memanfaatkan Rizieq dan umat Islam untuk kepentingan Pilkada DKI 2017. Kecurigaan itu sudah lama disorot internal Presidium 212.


"Mestinya sebagai Gubernur yang diusung oleh umat Islam, Anies peduli dan bertindak proaktif untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi oleh Rizieq," tekannya.

Setelah menjabat Gubernur, Anies dianggap lebih mesra dan condong merangkul lingkarannya saja. Kata Faizal, Anies "nekat" merangkul pengacara atau pembela eks Partai Komunis Indonesia (PKI),  Nursyahbani Katjasungkana, dalam Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan.

"Tapi giliran Habib Rizieq yang terzalimi dan berjuang untuk membuatnya jadi Gubernur justru dicampakkan," ungkap Ketua Progres 98 itu.

Faizal menuding Anies berwatak hipokrit, pemburu kekuasaan yang sangat licik bersembunyi di balik topeng politik identitas. Anies tidak menyadari kontribusi besar Rizieq, para ulama dan elemen 212, yang mendorongnya menjadi penguasa di ibu kota negara.

"Model pendekatan politik anak tangga yang diperlihatkan Anies hanyalah memanfaatkan dukungan ulama dan umat. Ketika sampai ke tujuan kekuasaan, aspirasi dan problem yang dihadapi ulama serta rakyat ditinggalkan. Perilaku tak elok itu patut diwaspadai," tutupnya. [ald]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya