Berita

Foto/Net

Nusantara

KPPU Diminta Pelototin Kontraktor Rumah 0 Persen

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 | 10:06 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Konsep Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wagub DKI Sandiaga Uno tentang kredit pemilikan rumah DP (Down Payment) Rp 0, dikhawatirkan tercoreng oleh kontraktornya. Proyek rumah ini pun diminta dievaluasi.

Pasalnya, PT Totalindo Eka Persada (TEP), selaku kontrak­tor diduga telah melakukan mo­nopoli. Untuk itu, Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) melaporkan TEP, selaku kon­traktor program rumah DP Rp 0, ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Ketua Umum KAKI Arifin Nur Cahyono, mengatakan, banyak kejanggalan dalam proses pelaksanaan pembangunan rumah DP Rp 0. Di mana, TEP ditunjuk langsung sebagai pelaksana proyek yang ber­lokasi di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.


Dia menduga, ada persekong­kolan antara Dinas Perumahan Pemprov DKI Jakarta dengan kontraktor, karena TEP dipilih tanpa proses tender.  "Kita ber­harap KPPU segera memeriksa proses penunjukan langsung TEP sebagai kontraktor rusun DP Rp 0," kata Arifin.

Selain itu, dia juga menyorot rekam jejak TEP yang kurang cemerlang. Ketika mengg­arap Rusunawa di Nagrak, Marunda, Jakarta Utara, jus­tru mangkrak. Padahal, rusu­nawa milik Pemprov DKI itu ditargetkan rampung 20 Desember 2017, namun hingga 13 Februari 2018 belum juga kelar.

Berdasarkan catatan ini, kata Arif, KAKI melaporkan kedua pihak tersebut ke KPPU. Dengan adanya penunjukan langsung, diduga menyalahi Undang Undang Persaingan Usaha No 5 tahun 1995 terkait tender.

Selain itu KAKI juga berniat melaporkan ke KPK terkait pembangunan Rusunawa di Nagrak Marunda dan Rusunawa yang dibangun di Jalan KS Tubun. "KAKI menyakini pasti ada dugaan korupsi dan mark up di proyek tersebut," ujarnya.

Seperti diketahui, jejak re­kam Totalindo Eka Persada kurang baik. Hal ini terbukti dari beberapa proyek pem­bangunan yang dia garap di Pemprov DKI banyak yang bermasalah. Totalindo per­nah juga 'bermasalah' dalam pembangunan Proyek Tower 1 sampai 5 di Rusun Nagrak-Marunda, Jakarta Utara. Proyek yang dikerjakan di era Ahok-Djarot ini disebut-sebut tendernya bermasalah.

Seperti dalam prospektus IPO-nya dan dalam penjualan saham yang berkode TOPS, harga saham PT Totalindo Eka Persada mengalami ke­naikan yang tidak wajar. Lalu, Totalindo juga pernah me­menangi tender Rusun KS Tubun pada 2016. Proyek itu seharusnya sudah selesai pada Desember 2016 tapi molor.

Tragisnya kualitas kedala­man fondasi rusun tak sesuai dengan permintaan pemerintah DKI, yakni 30 meter. Tapi, Totalindo hanya membuat fon­dasi sedalam 20 meter. ***

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya