Berita

Foto/Net

Nusantara

Lulusan Vokasi Bisa Turunkan Permintaan Pekerja Asing Ke Indonesia

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 | 09:59 WIB | LAPORAN:

Pendidikan vokasi seringkali terlupakan dan kurang mendapatkan perhatian, padahal lulusan pendidikan vokasi memiliki skill dan keterampilan yang memadai di bidang tertentu.

Meski pemerintah telah melakukan peningkatan terkait akses lulusan pendidikan vokasi ke dunia kerja melalui nota kesepahaman antar lima kementerian yakni Kementerian Perindustrian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset Teknologi dan Penididikan, Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian BUMN namun upaya tersebut dinilai belum maksimal.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Imelda Freddy menjelaskan kerjasama antar kementerian perlu mendapat dukungan dari sektor industri sebagai user dan penyedia lapangan kerja agar pendidikan vokasi dapat disalurkan pada sektor tertentu. Di sisi lain perusahaan tentu bisa merevisi syarat bagi para pekerja agar lulusan pendidikan vokasi dapat terserap.


"Diperlukan akses terhadap indsutri. Lalu perlu adanya revisi dari para perusahaan, terutama dalam menentukan syarat bagi para pencari kerja. Selama ini banyak sekali para lulusan pendidikan vokasi yang mengalami kesulitan dalam mencari kerja karena mereka dianggap tidak memiliki kualifikasi pendidikan. Padahal secara praktikalnya mereka memenuhi kompetensi yang ada," terang Imelda dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/2).

Imelda menambahkan, masih ada sebagian dari masyarakat yang memandang pendidikan vokasi sebagai pendidikan kelas dua dan memilih jenjang akademik yang memberikan gelar sarjana atau master. Apalagi hal ini didukung dengan syarat perusahaan atau institusi yang lebih mengutamakan lulusan dengan gelar ketimbang ijazah pendidikan vokasi.

Oleh karena itu perlu adanya perubahan persepsi dari sisi perusahaan atau pemberi kerja dan juga masyarakat.

"Keberadaan lulusan pendidikan vokasi bisa menjawab salah satu tantangan globalisasi yaitu masuknya pekerja asing ke Indonesia. Kalau Indonesia memiliki pekerja yang sudah siap dengan keterampilan dan keahlian di bidangnya, maka tidak perlu takut bersaing dengan pekerja asing," jelasnya.

Pendidikan vokasi adalah pendidikan diploma yang memiliki fokus untuk memberikan ketrampilan dan keahlian sehingga para peserta pendidikan ini mampu menjadi tenaga professional yang ahli di bidangnya.
Para lulusan pendidikan vokasi akan mendapatkan gelar Diploma 1 (D1), Diploma 2 (D2), Diploma 3 (D3) dan Diploma 4 (D4).

Imelda menilai pendidikan vokasi ini penting karena dapat mejembatani antara para lulusan SMK dengan Industri. Selain itu karena ilmu yang diberikan bersifat aplikatif, maka para lulusan pendidikan vokasi dirancang untuk siap bekerja.

"Dengan dukungan dari sektor industri, para lulusan pendidikan vokasi bisa menjadi pekerja terampil yang siap terjun di industri yang sesuai dengan keahliannya," tutup Imelda. [nes]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya