Berita

Nawaz Sharif/BBC

Global

Eks PM Pakistan Didiskualifikasi Sebagai Ketua Partai

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 | 06:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mahkamah Agung Pakistan mendiskualifikasi mantan perdana menteri Nawaz Sharif sebagai ketua partai pekan ini.

Sharif sendiri diketahui diperintahkan untuk mundur sebagai perdana menteri tahun lalu di tengah dugaan korupsi yang dibantahnya.

Pengadilan memutuskan bahwa pemecatan sebelumnya dari jabatannya membuatnya tidak memenuhi syarat untuk memimpin partai PML-N.


Dengan keputusan MA Pakistan itu maka semua keputusan yang diambil oleh Sharif saat menjabat sebagai pimpinan partai dinyatakan tidak lagi berlaku, termasuk nominasi kandidat dalam pemilihan Senat yang akan berlangsung dalam dua minggu ke depan.

"Komisi Pemilu diarahkan untuk menghapus nama Nawaz Sharif sebagai presiden PML-N dari semua catatan resmi," kata Ketua Hakim Saqib Nisar (Rabu, 21/2).

"Akibatnya, semua langkah yang diambil, semua perintah yang dikirim Nawaz Sharif juga dinyatakan seolah-olah belum pernah diambil," tambahnya seperti dimuat BBC.

Keputusan tersebut dipandang sebagai pukulan bagi Sharif yang secara konsisten mengklaim bahwa dia adalah korban konspirasi politik.

PML-N sendiri diketahui memiliki mayoritas di majelis rendah dan berharap dapat memenangkan pemilihan Senat dalam pemilihan yang akan datang. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya