Berita

Nusantara

Merusak Lingkungan, DPRD Purwakarta Rekomendasi Penutupan PT LSPV

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 | 03:45 WIB | LAPORAN:

. Akibat adanya desakan dari warga atas keluhan limbah pabrik yang merusak lingkungan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Purwakarta mengeluarkan rekomendasi agar PT Lenzing South Pacific Viscose (LSPV) ditutup.

"Kami sudah mengkaji berdasarkan aspirasi masyarakat, data-data, dan beberapa persitiwa yang terjadi. Akhirnya kami rekomendasikan agar PT LSPV menghentikan operasional seluruh perusahaannya," ungkap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, Mesakh Supriadi, kepada wartawan, Rabu (21/2).

Penutupan ini, kata politisi dari Partai Golkar tersebut sifatnya tidak permanen alias sementara. Dewan kata dia akan mencabut rekomendasi jika telah memenuhi syarat yang telah ditentukan. PT LSPV harus diminta untuk membenahi managemen mengelolaan limbahnya terlebih dahulu.


"Kalau ditanya sampai kapan? Ya tergantung mereka. Kalau mereka sudah tidak membuang limbah ke Sungai Citarum dan tidak ada bau tak sedap lagi," ujarnya.

Mesakh mengaku sudah mendapatkan data-data terkait pembuangan limbah dan bau tak sedap, yang diduga bersumber dari pabrik pengolahan kimia untuk serat tekstil tersebut. Warga setempat dan LSM lingkungan sudah berkali-kali mengadu ke dewan terkait masalah ini.

"Kami semua di dewan mengkaji hal ini. Hasilnya, dugaan pencemaran tersebut sangat kuat," katanya.

Sebelumnya, Rabu (21/2) pagi, sekitar seribu warga Cicadas, Babakancikao, Purwakarta, dan LSM melakukan demontrasi di depan pintu masuk PT LSPV. Mereka menuntut agar pabrik yang ada di Jalan Industri, Babakancikao, Purwakarta ini, ditutup. Pasalnya, warga di sekitar pabrik itu selalu menghirup bau tak sedap. Selain itu, para demonstran menuding pabrik ini membuang limbah ke sungai Citarum.

Ketua Green Voulenteer Foundation Purwakarta, Asep Budi membenarkan adanya informasi bahwa dalam dua bulan terakhir, sebanyak 43 warga Ciroyom, Cicadas, Kecamatan Babakancikao, Purwakarta, harus dibawa ke rumah dokter, akibat pusing, mual, muntah, hingga pingsan.

"Mereka mengeluh bau busuk yang terjadin hampir tiap hari. Bau busuk itu, besar kemungkinan berasal dari gas pembuangan PT LSPV," demikian Asep. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya