Berita

Airlangga Hartanto/Net

Nusantara

Menteri Airlangga Dorong Pelaku Industri Melek Teknologi Digital

RABU, 21 FEBRUARI 2018 | 23:50 WIB | LAPORAN:

. Menjelang HUT ke-45, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di salah satu hotel di bilangan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Hadir pada acara itu Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartanto. Dalam kesempatan tersebut menteri yang juga Ketua Umum Partai Golkar itu meminta kepada para pelaku industri agar melek dengan teknologi digital yang menjadi tren saat ini.

Airlangga menerangkan, seiring perkembangan zaman bahwa tidak semua kondisi perindustrian memiliki perubahan.


"Dilihat dari sektor makanan dan minuman, batu dan tembakau indutri terbesar dan beberapa sektor tertentu ada perubahan" katanya Rabu petang (21/2).
          
Dia juga menambahkan, pihak industri lain harus mengenal dunia digital yang saat ini berkembang.

"Maka dari itu harus adanya pelatihan untuk mengenal dunia digital," kata Airlangga.

Sementara itu, Ketua Umum KSPSI Yorrys Raweyai mengatakan, untuk tantangan dari kualitas internal organisasi, potensi perpecahan organisasi, minimnya kader memadai, menurunnya jumlah anggota, perangkat organisasi yang belum sesuai perkembangan teknologi, dan sistem check off system harus dikelola kurang baik.
  
Makanya dia menegaskan dalam Rapimnas yang berlangsung tanggal 21-23 Februari 2018 diharapkan KSPSI menjadi organisasi profesional, modern dan mandiri.

Apalagi menurutnya, tantangan dari situasi ketenagakerjaan nasional dan industri nasional saat ini upah murah, tingkat serapan Pasar Tenaga Kerja yang tak sebanding jumlah angkatan kerja, ekonomi digital yang disrupitive (menciptakan pasar baru) mengakibatkan PHK di sektor perbankan, kompetensi pekerja belum memadai, lesunya sektor real.

"Tidak terproteksinya pekerja lokal dengan pekerja asing, minimnya pengawasan ketenagakerjaan, dan produk jaminan sosial belum optima," ujar Yorrys. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya