Berita

Net

Nusantara

Cemari Lingkungan, Warga Tuntut Pabrik PT Lenzing Ditutup

RABU, 21 FEBRUARI 2018 | 22:55 WIB | LAPORAN:

Ribuan warga Cicadas, Purwakarta, Jawa Barat bersama LSM Laskar NKRI dan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) memblokade jalan masuk menuju pabrik pengolahan bahan kimia PT Lenzing South Pacific Viscose (LSPV).

Mereka menuntut agar perusahaan ditutup karena telah mencemari lingkungan.

"Mereka sudah mencemari udara dan membuang limbah cair ke sungai Citarum," kata koordinator aksi Suparno di sela unjuk rasa di pabrik PT LSPV, Rabu (21/2).


Menurutnya, tuntutan itu bukan tanpa dasar karena sudah beberapa bulan bekalangan warga keracunan akibat bau tak sedap yang muncul dari pabrik PT LSPV.

"Warga kami mengalami sesak nafas sampai akibat bau busuk. Puluhan orang terpaksa dibawa ke Puskesmas dan rumah sakit," ujar Suparno.

Masyarakat menuntut PT LSPV menghentikan operasional pabriknya sebelum investigasi soal polusi dilakukan. Selain itu, mereka meminta agar perusahaan bertanggung jawab kepada warga yang menjadi korban pencemaran.

"Jika tidak merespon tuntutan, kami minta pemerintah menutup pabrik ini," tegas Suparno.

Pada unjuk rasa yang digelar, mereka juga menunjukkan sejumlah foto tentang pencemaran yang diduga dilakukan PT LSPV ke sungai Citarum. Aksi sendiri sudah berlangsung tiga kali selama sebulan ini.

Pada 26 Januari dan 7 Februari lalu mereka melakukan aksi dan tuntutan serupa. Tapi sayangnya pihak perusahaan tidak merespon tuntutan warga.

Lanjut Suparno, selain adanya bau, warga menuding perusahaan tersebut telah membuang limbah cair ke sungai Citarum.

"Saya punya buktinya, berupa video pembuangan di belakang pabrik," demikian Suparno. [wah]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya