Berita

Abdullah Azwar Anas/Net

Nusantara

Bupati Anas Minta Camat Dan Kades Kebut Aplikasi "Jalin Kasih"

RABU, 21 FEBRUARI 2018 | 01:50 WIB | LAPORAN:

. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta para camat dan kepala desa untuk memperkuat sinergi guna menyempurnakan sistem aplikasi kemiskinan terintegrasi "Jalin Kasih" yang sedang disiapkan Pemkab Banyuwangi.

Anas meminta sinergi diperkuat untuk validasi warga miskin di sistem aplikasi tersebut.

"Camat dan kades segera mengakurasikan data-data penduduk miskin. Karena aplikasi ini nanti bisa mengelompokkan warga berdasarkan program pengentasan kemiskinan yang sesuai untuk masing-masing individu, jadi sangat rinci sesuai kebutuhan individu, bukan data gelondongan kemiskinan," kata Anas saat forum bersama camat, Selasa (20/2).


Seperti diketahui, Pemkab Banyuwangi sedang merampungkan sistem aplikasi pengentasan kemiskinan terintegrasi yang diberi nama "Jalin Kasih". Aplikasi berisi data digital seluruh problem kemiskinan di Banyuwangi dengan sangat rinci berbasis geospasial.

Di aplikasi ini, data penduduk miskin dikelompokkan berdasarkan program pengentasan kemiskinan yang sesuai untuk masing-masing individu, mulai dari pendidikan, kesehatan, kelayakan rumah, hingga pemenuhan gizi.

"Jadi kita tahu, warga A butuh apa, warga B butuh apa. Bukan semua diberi sembako, misalnya. Di aplikasi itu kita buka partisipasi publik, siapapun dan darimana pun di seluruh Indonesia bahkan dunia, bisa membantu mengatasi kemiskinan di Banyuwangi dengan intervensi langsung ke individu, jadi lebih efektif," ujarnya.

Anas juga meminta para camat giat berinovasi meningkatkan pelayanan publik ke warga desa. Meski Indeks Desa Membangun (IDM) Banyuwangi terus meningkat, Anas berharap berbagai indikator peningkatan kinerja di desa terus dipacu.

"Kita bersyukur beberapa capaian indikator pembangunan Banyuwangi sudah cukup baik. Tapi tidak boleh berhenti. Camat perlu lebih aktif, sinergi dengan kepala desa, tingkatkan pelayanan publik. Jalankan program-program inovatif, lakukan terobosan," ujar Anas.

IDM Banyuwangi berdasarkan kriteria Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) terus meningkat. Peringkat IDM Banyuwangi berada di posisi tertinggi kedua di Jawa Timur. IDM dikembangkan oleh Kemendes PDT untuk memetakan tingkat kesejahteraan desa dengan menggunakan lebih dari 50 indikator, mulai pendidikan, kesehatan, modal sosial, permukiman, hingga ekonomi.

Banyuwangi berhasil meningkatkan status "desa maju" menjadi 134 desa (2016) dari sebelumnya 40 desa (2010); dengan jumlah desa tertinggal hanya tinggal satu desa. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya