Berita

Rodrigo Duterte/net

Global

Duterte: Kondom Tidak Menyenangkan

MINGGU, 18 FEBRUARI 2018 | 04:25 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, sekali lagi melahirkan kontroversi dari kata-katanya yang tajam dan kasar.

Kali ini dia mengeluarkan pernyataan yang isinya anjuran kepada orang-orang Filipina untuk tidak menggunakan kondom. Alasannya sederhana, karena penggunaan kondom membuat hubungan seksual tidak menyenangkan.

"Hindari kondom karena kondom tidak menyenangkan," kata Duterte pada sebuah acara bersama pekerja migran Filipina, beberapa hari lalu.


Mantan Walikota Davao itu menyarankan agar wanita lebih memilih pil kontrasepsi gratis. Mengenai kondom, ia memberi ilustrasi memakainya sama dengan memakan sepotong permen bersama bungkusnya.

"Ini, coba makan tanpa membukanya. Makan, seperti itulah kondom," ucap Duterte, dikutip dari RT.

Perkataan itu memicu kritik dari dalam negerinya. Filipina selama ini tidak hanya berjuang dengan isu kehamilan yang tidak diinginkan akibat penentangan keras terhadap alat kontrasepsi, namun juga bergulat dengan epidemi HIV yang tumbuh paling cepat di wilayah Asia Pasifik. Di sana, Reppler mengungkap, kasus HIV tumbuh dari 4.300 kasus di tahun 2010 menjadi 10.500 pada tahun 2016.

"Presiden Duterte harus berhenti membuat pernyataan tanpa berpikir, ceroboh, dan tidak bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat," kata Senator Risa Hontiveros dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Kamis.

"Tidak ada yang menyenangkan atau lucu tentang meningkatnya kasus HIV dan kehamilan remaja kita," tambahnya.

Sedangkan Carlos Conde, peneliti untuk Divisi Asia Human Rights Watch, mengatakan, alih-alih mengkritik kondom sebagai penghambat kesenangan, Duterte seharusnya mengambil tindakan yang berarti untuk melindungi kesehatan rakyat Filipina dengan mendukung perubahan kebijakan yang sangat dibutuhkan untuk memperluas aksesibilitas dan penggunaan kondom.

Duterte terkenal dengan ucapannya yang kasar, termasuk leluconnya soal pemerkosaan perempuan dan humor-humor yang vulgar tentang kesehatan seksual.

Ia juga dikecam keras karena memerintahkan tentaranya untuk menembak kemaluan wanita yang menjadi bagian dari kelompok pemberontak. Perintah ini kemudian disebut sebagai sekadar lelucon oleh pihak istana kepresidenan. [ald]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya