Berita

Foto: Istimewa

Nusantara

Ulama Pegang Peranan Penting Tentukan Arah Perjuangan PPP

SABTU, 17 FEBRUARI 2018 | 20:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekitar 1.000 kader dan simpatisan PPP DKI Jakarta hadir dalam Tabligh Akbar yang digelar akhir pekan ini di Pusat Khitanan Paramadina Jakarta Selatan. Kegiatan ini digelar oleh PPP DKI Jakarta.

Mengangkat tema "Mengenang Pengorbanan Para Alim Ulama Dalam Menentukan Arah Perjuangan PPP", acara Tabligh Akbar ini diisi oleh tausiyah utama dari KH Syukron Mak'mun. Acara ini juga dihadiri Kiai Hanafi serta sejumlah Habib kondang lainnya.

Tabligh Akbar ini digagas oleh politisi muda PPP DKI Jakarta, Rendhika D Harsono Msc. Dalam pidato sambutannya, Rendhika mengingatkan soal pentingnya menumbuhkembangkan kecintaan kepada ulama sekaligus mengapresiasi nilai-nilai perjuangan para alim ulama.


Rendhika menyebutkan, peran ulama dalam menjalankan dan menentukan arah perjuangan PPP yang kini telah berusia 45 tahun sangat penting dan tidak bisa dilupakan begitu saja.

"45 tahun adalah usia yang cukup panjang dalam kiprah politik dan pengabdian kepada rakyat, dan Partai Persatuan Pembangunan yang didirikan oleh para ulama dari Nahdlatul Ulama, PARMUSI, PSII, dan PERTI, merupakan wadah perjuangan umat Islam yang perlu kita jaga sebagai warisan penting para ulama terdahulu," ujar Rendhika seperti keterangan yang diterima redaksi.

Sebagai  warisan ulama dan wadah perjuangan umat Islam, lanjut Rendhika, sudah sepatutnya para pemimpin dan pengurus PPP menempatkan para ulama sebagai pilar dan landsan dalam gerak serta langkah-langkah perjuangan politiknya.

"Ulama adalah lokomotif dan nafas perjuangan partai, sehingga peran dan fungsi ulama bukan hanya dijadikan 'alat' politik untuk mendulang suara atau vote getter saja," jelas Rendhika.

Tidak hanya itu, kata Rendhika, para kader PPP diseluruh Indonesia, juga harus bisa menempatkan ulama sebagai ruh pergerakan partai dalam memperjuangkan aspirasi umat Islam.

"Sebagai generasi penerus partai, kita tidak hanya sekadar menghormati para ulama dalam panggung dan mimbar-mimbar dakwah, tetapi juga mengapresiasi segala perjuangan beliau-beliau dalam menjaga eksistensi dan marwah partai dengan menjadikan ulama sebagai pijakan dalam membuat kebijakan politik partai," tegas Rendhika.

Sementara itu, dalam ceramahnya KH Syukron  Mak'mun mengajak para jamaah dalam Tabligh Akbar untuk mengenang perngobanan para alim ulama. Para alim ulama atau tokoh Islam, kata dia, memiliki perjuangan besar dalam menjaga keutuhan NKRI.

Dewan Syariah PPP menconohkan, ketika umat Islam sulit menerima permintaan perwakilan Indonesia Timur untuk menghapus kalimat yang mewajibkan Syariat Islam bagi pemeluknya dalam Piagam Jakarta.

"Dalam keadaaan genting umat Islam dengan lapang dada mencoret menggati Syariat Islam dengan Ketuhanan Yang Maha Esa. Hingga kala itu para founding father mengatakan bahwa Pancasila merupakan hadiah terbesar umat Islam Indonesia terhadap NKRI," tandasnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya