Berita

Foto/Net

Hukum

Novanto Prihatin Banyak Kader Golkar Tersangka KPK

KAMIS, 15 FEBRUARI 2018 | 16:04 WIB | LAPORAN:

Partai Golkar kembali menjadi sorotan setelah Bupati Subang Imas Aryumningsih, kader Partai Golkar dicokok KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT), Selasa, (13/2) malam.

Selain sebagai Bupati, Imas diketahui akan kembali maju dalam Pilkada 2018 dan diusung Golkar dan PKB.

Terdakwa kasus proyek pengadaan KTP-elk, Setya Novanto mengaku terkejut dengan penangkapan Imas dalam kasus  proses perizinan di Pemkab, Subang Tahun 2017-2018.


Menurutnya saat menjabat Ketua Umum Partai Golkar, dirinya telah menginstruksikan kader Golkad untuk menjauhi tindak pidana korupsi.

"Ya kaget juga ya, dari Golkar, padahal sudah diinstruksikan sejak awal gitu, sejak saya ada gitu sudah kami kumpulkan," ujar Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis, (15/2).

Novanto mengungkapkan sosok Imas memiliki elektabilitas yang tinggi, sehingga dalam Pilkada 2018 ini, Golkar mempercayakannya untuk maju kembali sebagai petahan Bupati Subang.

"Apa lagi Ibu Imas itu dia sangat berhasil belakangan ya, selain elektabilitasnya tinggi, juga dalam pembangunan juga investasinya cukup meyakinkan, ya saya cukup perihatin lah gitu," imbuhnya.

Setelah Imas, KPK menetapkan Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Fayakhun Andriadi sebagai tersangka kasus suap pengadaan proyek Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Disinggung mengenai hal itu, Novanto lagi-lagi terkejut lantaran bertambahnya kader di Golkar yang terjerat KPK.

"Iya saya juga kaget juga itu, menambah orang-orang (di Golkar), cukup prihatin, mudah-mudahan enggak ada tambah-tambah lagi," tutup Novanto. [nes]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya