Berita

Foto/Net

Hukum

Novel Jalani Operasi Mata Lagi

SELASA, 13 FEBRUARI 2018 | 17:57 WIB | LAPORAN:

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjalani operasi tambahan pada mata kirinya di Singapura, Senin, (12/2).

Operasi kali ini merupakan tindak lanjutan dari operasi pada mata sebelah kiri Novel, hal tersebut dilakukan karena pertumbuhan selaput mata kiri Novel melambat sehingga membutuhkan dua kali penanaman gusi pada mata kirinya.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyampaikan operasi Novel berjalan dengan lancar.


"Hari ini, pada pukul 11.00 waktu Singapura dilakukan pengecekan hasil operasi kemarin. Secara umum dokter menyampaikan hasil operasi kemarin baik," ujar Febri saat dikonfirmasi, Selasa (13/2).

Febri menambahkan Novel juga menjalani operasi tambahan yakni operasi penggantian implant dikarenakan saat pemindahan jaringan selaput gusi, implan harus ikut pindah posisi dan diganti untuk menjaga atau pemeliharaan saluran glaukoma.

"Hasil kontrol setelah operasi adalah kondisi kedua mata secara umum dalam keadaan baik. Suplai darah ke jaringan mukosa atau mata baik dan diharapkan jaringan dapat tumbuh dengan baik," imbuhnya.

Febri juga menjelaskan bahwa saat ini Novel sedang menjalani perawatan intensif pasca operasi untuk itu perlu dilakukan kembali pengontrolan.

"Terhadap diberikan tambahan obat minum antibiotik selain tetes mata," tutup Febri.

Novel mengalami luka parah pada dua matanya setelah disiram air keras oleh dua orang tak dikenal saat pulang dari salat subuh berjemaah di masjid dekat rumahnya, kawasan Kepala Gading, Jakarta Utara, 11 April lalu.

Kondisi mata kiri novel mengalami luka yang lebih parah dari mata kanannya sehingga pemulihannya sangat lambat dan perlu dilakukan operasi besar. Sedangkan pada mata kanannya kondisinya sudah sangat membaik. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya