Berita

Hukum

Jaringan Malaysia-Jakarta Sudah Enam Kali Selundupkan Sabu Ke Indonesia

SENIN, 12 FEBRUARI 2018 | 15:14 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Berdasarkan penyelidikan tim Satgassus Mabes Polri dan Polda Metro Jaya, jaringan penyelundup narkoba Malaysia-Jakarta terhitung telah enam kali melakukan perbuatan yang sama.

Di tahun 2016, tepatnya bulan Oktober, jaringan ini menggunakan perusahaan importir PT LMAP Bandung untuk mengirim ke PT KLI Kawasan Greenland Internasional Industri Delta Mas, Bekasi, Jawa Barat. Selanjutnya pada 30 Januari 2017, menggunakan importir PT PPS Jakarta, dikirim ke tempat yang sama yakni PT KLI ke Delta Mas, Bekasi.

Kemudian di bulan Maret 2017, dengan menggunakan PT MGM Jakarta, kontainer berisi sabu masih dikirim ke tempat yang sama di PT KLI Delta Mas, Bekasi.


Untuk keempat kalinya jaringan ini kembali mengimpor narkoba melalui PT JKA Jakarta, kali ini tujuannya ke Gudang di Jalan Raya Jonggol, KM 1 Bogor. Dan pada 2 Januari 2018 menggunakan PT UMS untuk dikirim ke tempat yang sama.

"Namun pengiriman keduanya dapat digagalkan oleh jajaran Polres Jakarta Utara," terang Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, di Gedung Promoter, Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/2).

Dari pengungkapan itu, polisi berhasil menyita barang bukti 1998 gram sabu, uang tunai sebesar Rp 2,7 miliar, delapan unit mesin cuci dan dua unit kendaraan roda empat.

Jaringan ini dikendalikan oleh empat pelaku asal negeri jiran Malaysia, satu diantaranya ditembak mati. Mereka adalah Lim Toh Hing alias Mono (WN Malaysia, tewas ditembak); Joni alias Marvin Tandiono; Andi alias Aket bin Liu Kim Long; Indrawan alias Alun (tahanan di LP Cipinang).

"Adapun modus mereka yaitu dengan mengkamuflasekan narkoba di dalam mesin cuci," jelas Tito.

Para pelaku terancam dikenakan pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU Tentang Natkotika dengan ancaman hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengapresiasi inerja jajarannya yang berhasil mengungkap jaringan narkoba ini. Bahkan, ia berjanji memberikan penghargaan terhadap anggotanya. Sebaliknya, jika ada anggota yang terlibat, Tito mengancam langsung memecatnya.

"Bagi pengungkapan besar, saya berikan reward. Sebaliknya bagi yang melakukan pelanggaran narkoba, beberapa daerah ada (polisi) yang terlibat ikut menjual, kami proses hukum, malah ada yang diberhentikan tidak hormat," tegasnya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya