Berita

Foto/RMOL

Hukum

Polisi Ungkap Penyelundupan Sabu 239 Kg Dalam Mesin Cuci

SENIN, 12 FEBRUARI 2018 | 13:36 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Tim Satgassus Mabes Polri bersama Polda Metro Jaya berhasil mengungkap penyelundupan 2.239 kilogram dan 30 ribu butir ekstasi jaringan Malaysia-Jakarta dengan modus disimpan dalam mesin cuci.

Jaringan ini dikendalikan oleh empat pelaku asal negeri jiran Malaysia, satu diantaranya ditembak mati. Mereka yang berhasil diamankan antara lain. Lim Toh Hing alias Mono (WN Malaysia, tewas ditembak); Joni alias Marvin Tandiono; Andi alias Aket bin Liu Kim Long; dan Indrawan alias Alun (merupakan tahanan yang masih di LP Cipinang).

Tim Satgassus Polri dipimpin oleh Kombes Pol. Herry Heryawan, Kombes Pol. Suwondo Nainggolan, Kombes Pol. Nico Afinta dan AKBP Fadli Widiyanto mendapatkan informasi adanya aktivitas penyelundupan narkoba di komplek pergudangan Harapan Dadap, Kota Tangerang, Banten.


Kemudian tim melakukan pengamatan di sekitar pergudangan. Pada 8 Februari 2018 tim melakukan penggeledahan dan menangkap Joni alias Marvin Tandiono bin Cong Min Chang dengan barang bukti 12 unit mesin cuci yang sudah disisipkan 228 bungkus plastik sabu kristal dan enam bungkus plastik berisi pil ekstasi.

"Tim melanjutkan pengembangan lalu pada pukul 21.30 WIB menangkap Andi alias Aket di Jalan Raya Perancis Dadap," kata Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian dalam keteranganya kepada wartawan di Gedung Promoter, Mapolda Metro Jaya, Senin (12/2).

Setelah dikembangkan, Andi diketahui merupakan orang suruhan dari tersangka Indrawan alias Alun salah satu narapidana kasus narkoba di Lapas Cipinang dengan kasus narkoba.

Dari keterangan tersangka Joni bin Marvin Tandiono pada 9 Februari 2018 tim berhasil meringkus otak sekaligus pengendali yaitu Lim Toh Hing alias Onglay warga negara Malaysia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Saat diminta menunjukan jaringannya, Onglay coba melarikan diri dan merebut senjata api petugas hingga akhirnya dilakukan tindakan tegas oleh aparat atau ditembak mati," kata Tito. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya