Berita

Net

Hukum

Jangan Ada Permainan, Hukum Mati Penyelundup Narkoba

MINGGU, 11 FEBRUARI 2018 | 19:26 WIB | LAPORAN:

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta jangan ada lagi permainan-permainan yang melemahkan kepercayaan masyarakat pada penegakan hukum terkait pemberantasan narkoba.

Menurutnya, tindakan tegas perlu dilakukan dengan menghukum mati pelaku penyelundup narkoba karena telah melakukan kejahatan kemanusiaan.

Bambang menekankan bahwa narkoba adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak perlu ditoleransi. Penangkapakan kapal Sunsrise Glory yang melakukan penyelundupan satu ton narkoba jenis sabu di perairan Batam Rabu lalu membuktikan Indonesia adalah pasar besar peredaran narkoba.


"Sebagai pimpinan DPR RI saya berpendapat tidak ada kata lain kecuali sebuah tindakan tegas yang harus dilakukan oleh negara. Yakni tenggelamkan kapal tersebut dan hukum mati pelakunya," ujarnya kepada wartawan, Minggu (11/2).

Menurut Bambang, penyelundupan itu mengingatkan pemerintah khususnya penerintah daerah agar tidak menganggap enteng peredaran narkoba. Pencegahan, khususnya di kalangan generasi muda mutlak dilakukan karena ancaman narkoba sudah di depan mata.

"BNN, Polri, TNI tidak akan bisa sendirian. Intinya ini adalah tanggung jawab kita bersama. Dan nyatakanlah mulai hari ini, perang terhadap narkoba," katanya.

Politisi Partai Golkar itu berpesan aparat penegak hukum bekerja lebih profesional dengan sinergitas yang tidak hanya di level pimpinan namun hingga ke tataran pelakasana.

"Kerja sama mutlak dilakukan karena resource yang ada pada masing-masing institusi akan dapat saling melengkapi. Pada level pelaksana di lapangan, jangan lagi ada permainan-permainan yang melemahkan kepercayaan masyarakat pada penegakan hukum," papar Bambang.

Dia mengemukakan pentingnya penelusuran lebih jauh atas penangkapan satu ton sabu tersebut. Mengingat asal kapal dan bendera yang digunakan dari negara yang satu kawasan dengan Indonesia. Penelusuran akan membuktikan ada tidaknya indikasi keterlibatan oknum negara tetangga yang biasanya terkenal sangat ketat pengawasannya. Pasalnya, upaya penyelundupan narkoba berskala besar telah terjadi berulang kali ke Indonesia melalui jalur laut.

"Saya minta kepada aparat penegak hukum kita Polri, BNN dan TNI untuk menggunakan sumber daya yang kita miliki dan mencari tahu soal ini. Kita bangsa yang besar akan sangat memalukan bila hal seperti ini kembali terulang. Bila memang mereka tidak mengetahui tentu kita akan menganggap hal ini murni upaya sindikat, namun bila ada indikasi keterlibatan perangkat atau oknum negara dalam hal ini tentu kita harus mengambil langkah-langkah lain yang diperlukan untuk itu," tegas Bambang yang pernah menjabat ketua Komisi III. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya