Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS Tuduh Assad Kembangkan Senjata Kimia Baru Di Suriah

JUMAT, 02 FEBRUARI 2018 | 13:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Suriah saat ini dituding tengah mengembangkan jenis senjata kimia baru. Hal itu membuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump siap untuk mempertimbangkan tindakan militer lebih lanjut jika diperlukan untuk mencegah serangan kimia.

Begitu keterangan dari sumber pejabat senior Amerika Serikat anonim seperti dimuat Reuters.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad diyakini diam-diam menyimpan sebagian persediaan senjata kimia Suriah meski ada kesepakatan antara Amerika Serikat dan Rusia di mana Damaskus seharusnya menyerahkan semua senjata tersebut untuk penghancuran pada tahun 2014.


Namun alih-alih memusnahkan, senjata kimia di Suriah justru semakin dimanfaatkan dalam jumlah yang lebih kecil. Hal itu, menurut pejabat tersebut, terlihat dari karakteristik beberapa serangan baru-baru ini menunjukkan bahwa Suriah dapat mengembangkan senjata dan metode baru untuk mengirimkan bahan kimia racun.

"Kami berhak menggunakan kekuatan militer untuk mencegah atau mencegah penggunaan senjata kimia," kata pejabat tersebut.

Pejabat lainnya mengatakan bahwa pemerintah Trump berharap dengan peningkatan sanksi internasional dan tekanan diplomatik akan membantu mengendalikan program senjata kimia Assad.

"Ini akan menyebar jika kita tidak melakukan sesuatu," pejabat tersebut memperingatkan. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya