Berita

Rumah sakit gua yang hancur/BBC

Global

Rumah Sakit Gua Di Suriah Hancur Dihantam Serangan Udara

JUMAT, 02 FEBRUARI 2018 | 11:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah rumah sakit yang dibangun di bawah batu atau dikenal dengan rumah sakit gua di wilayah yang dikuasai pemberontak di Suriah bagian tengah hancur akibat serangan udara.

Dimuat BBC jelang akhir pekan ini, rumah sakit yang tepatnya berada di provinsi Hama itu dihantam serangan udara. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan namun pekerja bantuan mengatakan ini adalah gelombang terburuk dalam serangan terhadap rumah sakit di Suriah.

Sementara PBB mengatakan bantuan tidak lagi sampai ke wilayah yang terkepung.


Menurut Union of Medical Care and Relief Organizations (UOSSM) yang merupakan sebuah koalisi amal amal internasional, rumah sakit gua Al Maghara di kota Kafr Zita terkena lima serangan rudal pada Kamis (1/2).

"Ini diyakini sebagai rumah sakit yang paling aman di Suriah," kata juru bicara UOSSM Avi D'Souza.

Dia menambahkan bahwa staf dan pasien dievakuasi ke ruang aman saat mereka mendengar adanya jet masuk.

Kelompok tersebut mengatakan bahwa fasilitas tersebut sebelumnya melayani populasi 50.000 orang dan melakukan sekitar 150 prosedur operasi besar sebulan. Namun kini rumah sakit tersebut mengalami kerusakan parah.

UOSSM mengatakan bahwa kerusakan tersebut hanya dimungkinkan melalui senjata canggih, seperti rudal bunker-buster.

"Ini adalah serangan paling serius dalam kampanye yang lebih besar melawan rumah sakit," kata D'Souza.

Sepanjang Januari kemarin saja tercatat ada 14 serangan terhadap fasilitas medis di Suriah. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya