Berita

Nasaruddin Umar/Net

Mengenal Inklusifisme Islam Indonesia (7)

Masuknya Islam Di Indonesia: Teori China

JUMAT, 02 FEBRUARI 2018 | 09:22 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

TEORI lain tentang masuknya Islam di Indonesia ialah teori China. Teori ini menyatakan, Islam masuk di Indonesia melalui Chi­na, tentunya dibawa oleh para saudagar China yang sejak dahulu kala dikenal sebagai pedagang yang sangat mobile. Apalagi daratan China dan Indonesia relatif lebih dekat. Kalangan il­muan China, terutama ilmuan China muslim mengklaim China sudah sangat akrab den­gan kota Mekkah dan Madinah. Pernyataan Nabi: Uthlub al-'Ilm wa alu bi al-Shin (tun­tutlah ilmu walau sampai di tanah China) di­jadikan bukti akan kedekatan itu. Dari mana Nabi Muhammad Saw tahu tentang China kalau tidak ada wawasan tentang China yang sudah berkembang di kawasan itu jauh sebelumnya. Kita tahu China adalah salah­satu peradaban dunia yang tertua juga.

Memang ada kontroversi tentang kata shin dalam hadis di atas. Sejumlah ilmuan India mengklaim yang dimaksud hadis itu bukan China yang amat jauh dari tanah Arab tetapi Kota Sindu (Sind) yang masuk dalam wilayah India. Menurut mereka, itu lebih masuk akal karena India dan Arab masih dapat ditem­puh dengan darat, lagi pula hubungan da­gang dan budaya antara Arab dan India ter­jalin sudah cukup lama. Namun anggapan ini dibantah oleh kalangan ahli sejarah Timur Tengah, karena peradaban China saat itu di bawah Dinasti Tsang sudah malang melin­tang di kawasan Timur Tengah. Bahkan se­jumlah keramik yang ditemukan, termasuk keramik yang menempel di Masjid Nabi juga berasal dari China. Kertas dalam ukuran modern saat itu sudah mampu diproduksi di China sehingga salah satu barang dagan­gan China ke kawasan ini ialah kertas.

Teori ini pernah diungkapkan juga oleh sejumlah ilmuan kita di Tanah Air, seperti Slamet Mulyana dan Sumanto Al Qurtuby. Hanya saja disayangkan kenapa mereka tidak melanjutkan penelitiannya untuk lebih membuktikan asumsinya agar bisa dipertim­bangkan sebagai suatu kebenaran akademik yang dapat dipertanggungjawabkan. Apal­agi teori ini sebetulnya sangat masuk akal dengan berbagai pertimbangan. Ditemukan­nya sahabat Nabi di China yang notabene lebih jauh dari Indonesia. Para pelaut Arab tentu membutuhkan air tawar atau bahan makanan untuk melanjutkan perjalanannya ke China. Secara logika, mestinya Indonesia lebih dahulu masuk Islam, baru China kalau dilihat dari jalur sutra perkembangan Islam di Asia.


Teori ini juga bisa dipertimbangkan den­gan kenyataan sejarah mobilitas orang-orang China muslim ke Asia Tenggara, khususnya Sumatera bagian Selatan seperti Palembang dan Bengkulu sekarang. Bukti fisik biologis orang-orang Sumatera bagian Selatan memiliki pertautan genetic sehingga postur tubuh dan muka memiliki kemiripan. Belum lagi persamaan budaya atau pen­garuh budaya China di dalam tradisi kese­nian Sumatera bagian Selatan sangat kuat pengaruh China-nya.

Bukti historis yang dapat menguatkan hal ini ialah penyeberangan China muslim ke Pulau Jawa seperti Kerajaan Demak pernah mempunyai keturunan darah China (Raden Patah). Hal yang sama juga bisa dilacak da­lam sejumlah ulama yang memiliki darah China. Termasuk Gus Dur yang mengklaim diri memiliki asal usul dari China. Termasuk yang amat populer ialah kisah nyata Lak­samana Cheng Ho. Persoalannya adalah apakah Islam yang masuk di Indonesia per­tama kali berasal dari daratan China atau daratan lain, masih perlu pembuktian lebih lanjut. 

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

PT CNI Serahkan Duit Rp401 Miliar ke Kejagung

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:27

Detik-Detik Bareskrim Gerebek Kasino di Batam: Pemain Panik, Rp7,7 Miliar Disita

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:23

Owner VIMA Buka Suara soal Legalitas dan Perizinan Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:51

Masyarakat Diminta Berikan Data Jujur untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:46

Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Terkait Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38

Corpus Juris Civilis Tahun 528 M sebagai Fondasi Hukum Modern

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34

Destry Pimpin BI Cerminkan Kuatnya Kepemimpinan Perempuan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:24

Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:05

PGNMAS Boyong BerandaMAS di Danantara Housing Expo 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:03

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:54

Selengkapnya