Berita

Ilustrasi/Net

Global

Studi: Paus Pembunuh Bisa Tiru Ucapan Manusia

RABU, 31 JANUARI 2018 | 14:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Paus pembunuh atau orca mampu menirukan ucapan manusia. Begitu hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh sekelompok peneliti Inggris dan dirilis pekan ini.

Profesor asal usul evolusi di University of St Andrews Josep Call menjelaskan bahwa penelitian terbaru yang dilakukan ia dna tim penelitinya mengungkapkan bahwa paus pembunuh dalam beberapa kasus pada usaha pertama, mengucapkan kata-kata seperti "halo", "satu, dua" dan "selamat tinggal".

Studi ini juga menunjukkan bahwa paus pembunuh juga mampu menirukan suara asing yang dihasilkan oleh paus pembunuh lainnya, termasuk suara yang mirip dengan meniup raspberry.


Para ilmuwan mengatakan penemuan ini membantu menjelaskan bagaimana perbedaan jenis paus pembunuh liar telah berakhir dengan dialek yang berbeda.

Makhluk itu sudah dikenal karena kemampuan mereka untuk meniru gerakan paus pembunuh lainnya dengan beberapa laporan menunjukkan bahwa mereka juga bisa meniru suara lumba-lumba botol dan singa laut.

"Kami ingin melihat seberapa fleksibel paus pembunuh bisa menyalin suara," kata Call seperti dimuat The Guardian.

"Kami pikir apa yang benar-benar meyakinkan adalah memberi mereka sesuatu yang tidak ada dalam repertoar mereka, dan dalam hal ini 'halo' bukan apa yang paus pembunuh katakan," tambahnya.

Dia menambahkan bahwa penelitian itu dilakukan pada seekor paus pembunuh bernama Wikie. Namun dia bukanlah hewan pertama yang berhasil menghasilkan suara manusia. Hewan lain yang tercatat pernah diteliti dan bisa menirukan suara manusia adalah lumba-lumba, gajah, burung beo, orangutan dan bahkan paus beluga, walaupun mereka menggunakan berbagai mekanisme fisik untuk melakukannya.

Namun periset mengatakan hanya sebagian kecil kerajaan hewan yang bisa meniru ucapan manusia, dengan jalur otak dan alat vokal keduanya berpikir untuk menentukan apakah itu mungkin. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya