Berita

Ilustrasi/Net

Jaya Suprana

Jurnalisme Tabayyun Somalia

SENIN, 22 JANUARI 2018 | 12:27 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

FILM 'The Pirates Of Somalia' diproduksi tahun 2017 disutradari Bryan Buckley dibintangi Evan Peters, Al Pacino, Melanie Griffith dan lain-lain.

Latar belakang waktu film The Pirates Of Somalia adalah tahun 2008  berdasar kisah nyata seorang pemuda baru saja lulus perguruan tinggi Kanada bernama Jay Bahadur berambisi menjadi penulis namun rutin sehari-hari terjebak dalam riset pemasaran untuk produsen serbet.

Harvard



Jay Bahadur yang diperankan Evan Peters ingin melanjutkan pendidikan di Harvard. Namun seorang jurnalis kawakanidola Jay yang diperankan Al Pacino menegaskan bahwa penulis sejati dididik bukan di bangku universitas namun di lokasi lapangan. Maka Jay memilih untuk pergi ke lokasi yang sebelumnya belum pernah ada penulis menulisnya yaitu Somalia.

Sang jurnalis idola Jay memperkenalkan Jay dengan putera presiden Somalia yang baru terpilih. Maka Jay memperoleh akses langsung untuk berjumpa presiden Somalia yang memberikan fasilitas selengkapnya untuk berjumpa dan wawancara dengan berbagai tokoh masyarakat termasuk gembong bajak laut. Somalia pada masa itu dikucilkan negara negara Baratakibat kasus penyenderaan terhadap Kapten Phillip yang juga diangkat ke layar lebar dibintangi Tom Hanks sebagai Kapten Philip.

Jurnalisme Tabayyun

Di Somalia, Jay dapat leluasa melakukan jurnalisme tabayyun yang memungkinkan dirinya menulis buku tentang Somalia secara benar-benar otentik sesuai realita tanpa disesatkan pemberitaanCNN, BBC, Reuter dan lain sebagainya yang tidak otentik akibat sekedar memberitakan dari jauh tanpa benar-benar tabayyun mengirimkan reporter hadir di Somalia.

Sekembali di Kanada, Jay Bahadur menulis dan menerbitkan buku berdasar wawancara jurnalisme tabayyun dengan para tokoh masyarakat Somalia mulai dari presiden sampai mereka yang disebut pers Barat sebagai bajak laut.

Geopolitik

Film The Pirates of Somalia ditutup dengan adegan Jay Bahadur yang telah sukses sebagai penulis buku Best Sellers New York Times diundang oleh komite intelijen Amerika Serikat untuk memperoleh masukan bagi pemerintah AS yang ingin mengatasi masalah pembajakan di kawasan perairan Somalia.

Wejangan bijak Jay Bahadur berdasar mazhab jurnalisme tabayyun adalah sebaiknya Amerika Serikat memperlakukan Somalia bukan sebagai musuh dengan penuh kebencian namun sebagai sahabat dengan penuh pengertian bahwa Somalia adalah sebuah negara muda usia yang sedang berupaya menghadirkan demokrasi seperti yang pernah dilakukan negara Amerika Serikat pada masa muda usia ketika baru saja berhasil memerdekakan diri dari belenggu penjajahan Inggeris.  

Sebaiknya Donald Trump mendengarkan saran Jay Bahadur demi menghentikan angkara murka geopolitik yang lebih mengutamakan permusuhan ketimbang persahabatan serta kebencian ketimbang pengertian terhadap negara-negara di planet bumi masa kini.[***]


Penulis adalah anggota Dewan Penasehat Serikat Media Siber Indonesia


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya