Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

OPINI JAYA SUPRANA

Kelirumologi Perang

KAMIS, 04 JANUARI 2018 | 08:52 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DI dalam mahakarya IMAGINE, John Lennon menggubah mahasyair: "Imagine there's no countries / It isn't hard to do / Nothing to kill or die for / And no religion, too / Imagine all the people Living life in peace. You may say I'm a dreamer / But I'm not the only one / I hope someday you'll join us/ And the world will be as one".

Korban

Di dalam perang, ternyata yang jatuh menjadi korban jiwa bukan hanya tentara namun juga para warga sipil yang sebenarnya tidak ikut berperang.


Dari data yang dipublikasikan oleh Sekutu bersama BBC dapat diketahui bahwa jumlah korban jiwa pada Perang Dunia II secara keseluruhan adalah di antara 60 juta sampai dengan 85 juta orang. Dari jumlah total keseluruhan itu korban jiwa militer sekitar "hanya" 22 sampai dengan 30 juta sementara sisanya 38 sampai dengan 55 juta korban jiwa adalah warga sipil non-militer.

Negara yang menderita paling banyak korban jiwa warga sipil pada masa PD II adalah Cina sementara entah-kenapa tidak ada catatan baik dari Sekutu mau pun BBC mengenai korban jiwa warga sipil mau pun militer Hindia-Belanda yang pada masa PD II masih dijajah Jepang maka belum memproklamirkan dirinya sebagai Republik Indonesia yang berdaulat.

Jumlah korban jiwa kaum Yahudi cukup mempengaruhi besaran total korban jiwa sipil akibat angkara murka Nazi-Jerman yang membantai warga Yahudi bukan di medan perang namun di lembaga yang disebut sebagai Kamp Konsentrasi. Jauh lebih banyak warga sipil ketimbang tentara yang jatuh sebagai korban bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

Sipil


Dari fakta komperatif tersebut disimpulkan bahwa serdadu malah memiliki kemungkinan lebih kecil ketimbang warga sipil untuk jatuh sebagai korban jiwa di masa Perang Dunia II. Namun dari pembandingan prosentasi jumlah korban jiwa dengan jumlah jiwa keseluruhan masing-masing militer atau sipil yang hidup di masa PD II tetap terbukti bahwa kemungkinan serdadu untuk gugur di medan perang (meski ada pula yang meninggal di kamp tahanan perang) tetap lebih besar ketimbang warga sipil di luar medan perang. Tanpa perang pun, serdadu bisa jatuh menjadi korban nyawa.

Pahlawan Revolusi merupakan gelar kepahlawanan yang dianugerahkan kepada 7 anggota ABRI yang gugur pada peristiwa G 30 S (30 September 1965 ) yang bukan merupakan perang. Di sisi lain tidak pernah diketahui secara jelas berapa jumlah warga sipil termasuk ayah kandung saya yang kemudian meninggal atau lenyap di berbagai pelosok Nusantara dalam kemelut susulan pertumpahan darah akibat peristiwa G-30-S.

Damai

Tanpa atau dengan statistik korban jiwa, pada hakikatnya tetap dapat tegas diyakini bahwa bagi kesejahteraan apalagi keselamatan nyawa umat manusia di mana, kapan maupun apapun alasannya, sebenarnya damai tetap jauh lebih baik ketimbang perang dalam arti pertumpahan darah manusia oleh manusia.

Perang merupakan kekeliruan paling parah di dalam peradaban manusia. Meski pada kenyataan ternyata ada pihak yang lebih menyukai perang ketimbang damai yaitu para pemilik industri senjata. Memang alasan cukup mantap bagi John Lennon untuk menggubah lagu Imagine yang anti perang dengan alasan apapun. Apapun alasannya, perang memang tidak layak untuk dibenarkan. [***]

Penulis adalah pakar kelirumologi yang mendambakan perdamaian

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya